Pemerintah kota Depok berencana menindak dan merazia kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender atau LGBT dengan mendirikan crisis center. Selain itu pemkot juga berencana melakukan razia para penghuni kos di sekitar Kota Depok.

Pimpinan Majlis Ta’lim Was Sholawat An Nur, Purwakarta, Jawa Barat, Ustadz Anugrah Sam Sopian mengatakan, program Pemkot Depok yang akan merazia LGBT harus didukung. Dukungan tersebut disampaikan karena menurutnya saat ini Indonesia masuk darurat LGBT.

Ia mengatakan, setiap tahun kasus LGBT semakin banyak, semestinya pemerintah memberikan perhatian khusus kepada masalah LGBT. Menurutnya, LGBT merupakan suatu penyimpangan seksual dan bertentangan dengan norma dan nilai yang berlaku di masyarakat. Hal ini sebagaimana diungkapkan Anugrah Sam Sopian, Selasa kemarin.

Ustadz Anugrah menjelaskan, LGBT yang bertentangan dengan hukum alam, bertentangan dengan hukum Tuhan dan bertentangan dengan norma sosial ke masyarakatan.

Sejumlah warga dan alim ulama juga melakukan aksi penolakan keberadaan LGBT di depan Masjid Al Ishlah, Depok, Jawa Barat, Rabu kemarin.

Diketahui, Jawa Barat merupakan Propinsi dengan jumlah kaum gay terbanyak. Prestasi yang tak patut dibanggakan. Pengamat politik M Rizal Fadillah mengatakan, upaya meminimalisir penyimpangan moral ini patut didukung. LGBT bukan HAM yang harus dilindungi sebagaimana anggapan para pembelanya.

https://www.arrahmah.com

%d blogger menyukai ini: