Setidaknya sembilan warga sipil tewas pada Ahad kemarin dalam serangan udara Rusia di daerah-daerah di provinsi Idlib. Hal ini sebagaimana diungkapkan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia menghitung pembunuhan, setidaknya lima warga sipil, termasuk tiga wanita, akibat serangan udara Rusia. Serangan menargetkan desa Al-Mallajeh di pedesaan Idlib selatan. Sementara empat orang lainnya tewas oleh serangan Rusia di sebuah kamp pengungsi Isywa’i di utara kota Saraqeb.

Lembaga yang bermarkas di Inggris itu mengatakan bahwa korban tewas kemungkinan akan meningkat karena beberapa korban dalam kondisi kritis. Hai’ah Tahrir Al-Syam mengendalikan sebagian besar provinsi Idlib. Idlib adalah rumah bagi sekitar 3 juta orang, setengah dari mereka pengungsi dari provinsi-provinsi lain di Suriah.

Pada akhir April, pasukan rezim Suriah, dengan dukungan Rusia, memulai operasi militer di mana mereka mengambil kendali atas beberapa daerah di pedesaan Idlib selatan dan di Hama utara yang berdekatan, sebelum gencatan senjata yang ditengahi Rusia-Turki tercapai pada akhir Agustus.

Terlepas dari gencatan senjata, daerah itu kadang-kadang dilanda serangan Suriah dan Rusia, yang baru-baru ini meningkat, menewaskan 110 warga sipil sejak akhir Agustus. (kiblat.net/admin)

%d blogger menyukai ini: