Setidaknya 21 orang tewas di provinsi Idlib barat laut akibat serangan pemerintah Suriah dan sekutu Rusia melakukan serangan udara. Perjanjian gencatan senjata antara Rusia dan Turki, telah disepakati pada Ahad, namun kekerasan masih terjadi hingga Rabu kemarin.

Syrian Civil Defence atau dikenal dengan White Helmets mengatakan, serangan udara dan bom barel menghantam pasar sayuran di kota Ariha. Juru Bicara White Helmets Ahmed Sheiko mengatakan, setidaknya 19 orang tewas dalam serangan di pasar dan toko-toko terdekat, termasuk seorang sukarelawan White Helmets.

Sheikho juga mengatakan, seorang pria juga terbunuh di desa Has akibat serangan udara pemerintah Suriah. Sementara seorang gadis muda meninggal karena luka yang diderita dalam serangan sebelumnya, yang terjadi sebelum gencatan senjata terbaru dilaksanakan.

Setidaknya tercatat 80 orang terluka dalam serangan Rabu dan jumlah kematian kemungkinan akan meningkat. Pengeboman itu juga menyasar bengkel kendaraan yang membuat mayat para pekerja terperangkap di dalam. Pengelola bengkel, Mustafa mengatakan, ia kembali ke bengkelnya dan melihat tokonya hancur dan empat pegawainya terjebak di bawah puing-puing. Belum jelas apakah mereka selamat atau tidak.

https://internasional.republika.co.id

%d blogger menyukai ini: