Tidak ada manusia di dunia ini semenjak Nabi Adam Alaihis Salam hingga manusia yang hidup pada akhir zaman yang tidak berdosa. Berdosa dan bersalah merupakan sifat yang pasti menyertai manusia. Sebagaimana namanya manusia pasti lapar dan haus, demikian juga manusia pasti berdosa. Bagaimanapun ia berusaha menghindarkan diri dari dosa ia tidak akan mampu karena berdosa adalah sifat dasar manusia.

Terdapat hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan dihasankan oleh Syekh al-Albani rohimahulloh bahwa Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassalam bersabda :

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

“Seluruh anak Adam berdosa, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat.”
Bahkan di dalam hadits qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Alloh Subhanahu Wa Ta’ala sebagai pencipta manusia berfirman di dalam hadits Qudsi, yaitu:

يَا عِبَادِي! إنَّكُمْ تُخْطِئُوْنَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهاَرِ، وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا، فَاسْتَغْفِرُوْنِي أَغْفِرْ لَكُمْ

“Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya kalian berdosa siang dan malam, dan Aku Maha mengampuni dosa, maka mintalah ampunan kepadaKu niscaya Aku akan mengampuni kalian.”

 

Seandainya hamba-hamba Alloh Subhanahu Wa Ta’ala tidak ada yang berbuat dosa, tentulah Alloh Subhanahu Wa Ta’ala akan menciptakan makhluk lain yang berbuat dosa kemudian mengampuni mereka.

Alloh Subhanahu Wa Ta’ala menciptakan seorang hamba dengan sifat berdosa karena ada maslahat yang sangat Alloh Subhanahu Wa Ta’ala cintai, yaitu bertaubatnya dan kembalinya sang hamba kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Bahkan Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassalam menegaskan bahwa memang diantara tujuan penciptaan manusia adalah Alloh Subhanahu Wa Ta’ala menjadikan mereka makhluk yang pasti berdosa agar mereka bertaubat. Hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassalam bersabda:

وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَوْ لَمْ تُذْنِبُوا لَذَهَبَ اللَّهُ بِكُمْ وَلَجَاءَ بِقَوْمٍ يُذْنِبُونَ فَيَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ فَيَغْفِرُ لَهُمْ

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, kalau kalian tidak berdosa maka Alloh akan menjadikan kalian sirna, lalu Alloh akan mendatangkan suatu kaum yg mereka berdosa lalu mereka bertaubat kepada Alloh lalu Alloh mengampuni mereka”

 

Sudah diketahui di kalangan ulama dan kaum muslimin bahwa dosa itu terbagi menjadi dua macam, yaitu kabaa-ir atau dosa-dosa besar dan shogoo-ir  atau dosa-dosa kecil. Kabaa-ir atau dosa besar adalah segala perbuatan yang pelakunya diancam dengan api neraka, memperoleh laknat atau mendapatkan murka Alloh Subhanahu Wa Ta’ala di akhirat atau mendapatkan hukuman had di dunia. Sedangkan jika pelakunya tidak diancam dengan api neraka, tidak memperoleh laknat atau tidak mendapatkan murka Alloh Subhanahu Wa Ta’ala di akhirat atau tidak mendapatkan hukuman had di dunia maka termasuk dalam kategori dosa kecil.

 

Rahmat Alloh Subhanahu Wa Ta’ala kepada hamba-hamaba-Nya begitu luas dan besar. Di antaranya adalah Alloh Subhanahu Wa Ta’ala menjadikan sebagian amalan-amalan sholih yang kita lakukan sebagai penebus dan penghapus dosa-dosa yang telah kita perbuat. Hal ini sebagaimana firman Alloh Subhanahu Wa Ta’ala di dalam al-Qur’an Surat Hud ayat ke seratus empat belas,

“Dan dirikanlah sholat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.”

Mengenai ayat ini, Imam Ibnu Katsir rohimahulloh berkata, ‘Di sini Alloh menegaskan bahwa perbutan baik dapat menghapus perbuatan buruk yang telah dilakukan. Hal ini pun ditegaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim bahwa Amirul Mukmini, Utsman bin Affan bahwa beliau memperlihatkan tata cara berwudhu Rosululloh Sholallohu ‘Alai Wassalam kepada orang-orang. Dia berkata, ‘Demikianlah aku melihat Rosululloh Sholallohu ‘Alai Wassalam berwudhu. Beliau bersabda, ‘Barangsiapa yag berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian sholat dua rokaat dengan khusyu’, maka diampuninya dosa-dosa yang telah lalu.’

Mengenai ayat tersebut, Syekh as-Sa’di rohimahulloh menyatakan bahwa firman Alloh Subhanahu Wa Ta’ala, ‘Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk, maksudnya adalah sholat lima waktu dan sholat-sholat sunnah termasuk kategori perbuatan baik yang paling agung. Sholat-sholat tersebut merupakan sarana mendekatkan diri kepada Alloh dan mampu membuahkan pahala. Di samping itu sholat juga dapat menghapus dan menghilangkan keburukan. Keburukan yang dimaksud di sini adalah dosa-dosa kecil. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan di dalam hadis shohih dari Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alai Wassalam dalam sabdanya, ‘Sholat lima waktu, Sholat Jum’at ke Sholat Jum’at berikutnya, puasa Romadhon ke puasa Romadhon berikutnya, semua itu sebagai penebus dosa-dosa di antara keduanya selama tidak melakukan dosa-dosa besar.’

Rosululloh Sholallohu ‘Alai Wassalam juga mengabarkan kepada kita bahwa kebaikan-kebaikan menghapus dosa-dosa. Hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, at-Tirmidzi, ad-Darimi dan Hakim dengan sanad yang hasan dari jalur Mu’adz bin Jabal Rodiyalllohu ‘anhuma bahwa Rosululloh Sholallohu ‘Alai Wassala bersabda,

اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

“Bertakwalah kepada Allah dimana saja kamu berada, iringilah keburukan dengan kebaikan niscaya menghapusnya dan pergauilah manusia dengan akhlak yang baik .”

 

Marilah kita memperbanyak berbagai macam amal sholih dengan penuh keikhlasan dan mengikuti tata cara peribadahan yang telah dicontohkan oleh Rosululloh Sholallohu ‘Alai Wassalam. Semoga dengan hal itu dosa-dosa kita diampuni dan kita menjadi penghuni surga. Amiin.

Wassalamu ‘alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

%d blogger menyukai ini: