Setiap 10 menit, satu orang meninggal dunia karena corona virus di Iran. Iran bahkan membuat kuburan massal untuk para korban. Hal ini sebagaimana diungkapkan Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran Kianush Jahanpur dilansir Arabnews, Jumat kemarin.  Wakil Menteri Kesehatan Iran Alireza Raisi mengatakan jumlah total warga Iran yang terinfeksi Kovid-19 mencapai lebih dari 18 ribu. Jumlah kematian mencapai lebih dari seribu dan menjadi yang paling parah di Timur Tengah.

Gambar satelit menunjukkan Iran telah menggali kuburan massal di dekat Qom, di tengah tuduhan bahwa rezim telah menutupi tingkat penyebarannya. Lonjakan kasus dan kematian menjadikan negeri tersebut sebagai negara dengan jumlah kasus corona terbanyak ketiga di dunia setelah China dan Italia.

Dalam menanggapi hal tersebut, Indonesia menyampaikan simpati kepada Iran. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan ikut  berbelasungkawa mendalam dan simpatinya atas dampak wabah Covid-19 di Iran. Retno juga mengaku telah melakukan sambungan telepon dengan menteri luar negeri Iran.

Dikutip dari BBC, dengan kenaikan tinggi kasus yang terjadi, banyak warga Iran yang tidak menganggap kondisi serius sedang terjadi. Di laporan yang sama menyebutkan pasar-pasar Teheran masih terlihat sibuk dan warga tetap bepergian dengan mobil.  Warga diimbau untuk bersabar mengurung diri sebisa mungkin selama dua pekan. dengan cara itu kasus penyebaran virus corona di Iran akan bisa diatasi.

Kepala Timur Tengah Organisasi Kesehatan Dunia Ahmed Al Mandhari, telah meminta negara-negara untuk berbagi informasi lebih lanjut. Timnya telah mengamati pendekatan yang tidak merata di seluruh wilayah dan perlu lebih banyak yang harus dilakukan. (republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: