Din Syamsuddin mendorong pemerintah dan para tokoh agama terutama di Papua untuk bersinergi, bahu membahu menghentikan krisis yang terjadi di Papua. Menurutnya upaya itu perlu dilakukan berbagai pihak secara serius. Dalam upaya itu, Din mendorong dilakukan dialog secara lebih jauh serta menghadirkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi segenap rakyat Indonesia, termasuk masyarakat Papua. Hal ini sebagaimana diungkapkan Din selaku Ketua Dewan Pertimbangan MUI dalam pernyataannya diterima media senin kemarin.

Din mengatakan, tindak kekerasan apalagi pembunuhan oleh siapapun dan atas nama apapun harus dihentikan. Sesuai amanat Konstitusi, negara harus hadir melindungi rakyat dan segenap tumpah darah Indonesia.

Secara lebih khusus, Din menyoroti berbagai aksi kekerasan, kerusuhan, dan pembunuhan yang terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua. Menurut Din, peristiwa Wamena yang menimbulkan puluhan orang kehilangan jiwa seyogianya dapat dicegah. Tapi kelambanan dan kealpaan negara dalam mengatasi dan mengantisipasi keadaan telah menyulut perang saudara di antara sesama anak bangsa.

Sebelumnya, berdasarkan data yang dilansir Kepolisian Daerah Papua di Jayapura, sebanyak lebih dari tiga ribu warga telah diungsikan dari Wamena ke Jayapura.

Ribuan warga ini memilih keluar dari Wamena karena masih takut dan trauma pada kerusuhan di Wamena. Situasi di Wamena disebut-sebut mulai kondusif, namun sebagian warga tetap memilih mengungsi ke Jayapura. Terutama bagi para pendatang, banyak yang minta dipulangkan ke kampung halaman masing-masing. (hidayatulloh.com/admin)

%d blogger menyukai ini: