Panduan bagi media agar menghindari pelaporan yang dapat memperburuk kejahatan berlatar kebencian terhadap Muslim telah diterbitkan. Anggota parlemen Skotlandia dari Partai Buruh, Anas Sarwar, telah membantu menghasilkan laporan tersebut.

Panduan tersebut diterbitkan bersama oleh Kelompok Lintas-Partai tentang ‘Mengatasi Islamofobia’ dengan National Union of Journalists (nasional yunien of jurnalis)  dan akademisi di Newcastle (nyukestel) University. Kelompok ini menemukan banyak berita-berita negatif tentang Muslim di media. Laporan tersebut menemukan, bahwa istilah kerap digunakan tanpa banyak memperhatikan keakuratan. Misalnya, istilah ‘jilbab’ dan ‘burka’ yang digunakan secara bergantian.

Sarwar yang telah berbicara tentang pengalamannya sendiri tentang rasisme dan Islamofobia mengatakan, tujuan utama dalam menghasilkan pedoman ini adalah guna meningkatkan penggambaran, akurasi, representasi, dan terminologi yang digunakan tentang Islam dan Muslim.

Sarwar sendiri merupakan ketua Kelompok Lintas-Partai  tentang Mengatasi Islamfobia. Politisi ini mengatakan, pedoman itu dapat menjadi pelopor dari Skotlandia ke seluruh Inggris dan bagian dunia lainnya. Ia berharap pedoman itu menjadi alat yang biasa digunakan dan bertindak sebagai panduan media. (republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: