MEDIA Massa diminta untuk memegang teguh rambu-rambu pemberitaan dalam kasus nama “Tuhan” dan “Saiton”. Tak sedikit media yang kemudian menjadikan nama ini sebagai candaan dan mainan.

“Adapun rambu-rambu yang harus dipegang media, tentunya banyak. Hanya dalam kasus ini yang perlu ditekankan yaitu apa tujuan atau motif memberitakan? Kalau tujuannya hanya untuk mencari sensasi atau untuk mendatangkan polemik antar umat Islam, maka hal ini harus dihindarkan,” ujar Wakil Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) DKI Jakarta, Anung Al Hamat M.Pd.I.

Menurut Anung, judul-judul pemberitaan yang seolah-seolah menyamakan Tuhan dengan manusia disertai candaan bisa masuk kategorti istihza atau melecehkan asma Tuhan.

“Justru kan yang mengangkat dan mengekspos nama-nama itu media. Maka media termasuk yang mendapat skala prioritas masuk dalam kategoriIstihza,” ujar alumni jurusan hadits Universitas Al Azhar, Kairo dan Kandidat Doktor Universitas Ibnu Khaldun ini.

Dikatakan Anung, para ulama ketika membahas tentang etika pemberitaan adalah hendaknya menahan pena untuk tidak menulis sesuatu yang akan menjadi polemik dalam tubuh umat Islam.

“Karena bagaimanapun yang namanya tulisan akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah,” tegas dosen Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Mohammad Natsir ini.

Seperti diketahui polemik mengenai pria bernama “Tuhan” dan “Saiton” jadi perbincangan hangat di media. Tak sedikit media tampil dengan judul seolah-seolah Tuhan menyerupai sifat manusia. Ketika MUI meminta agar mengganti nama, beberapa kalangan justru mengolok-olok. [pz/Islampos]

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

%d blogger menyukai ini: