Menteri Agama Fahrul Razi tengah mengkaji pelarangan cadar di instansi pemerintahan demi alasan keamanan. Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Anwar Abbas mengimbau kepada Fahrul Razi untuk tidak membuat gaduh, karena masalah agama adalah masalah yang sensitif. Dia juga menyarankan untuk mengedepankan dialog dan musyawarah. Hal ini sebagaimana diungkapkan Anwar Abbas kepada wartawan, kamis kemarin.

Anwar Abbas berbicara atas nama pribadi, bukan atas nama institusi MUI. Soal pengkajian cadar atau nikah, MUI setuju. Namun pengkajian itu perlu melibatkan pihak yang kompeten dalam hal agama.

Anwar juga menegaskan bahwa undang-undang dasar 1945 telah menjamin kemerdekaan warga negara Indonesia untuk memeluk agama, beribadah menurut kepercayaan masing-masing, hingga meyakini kepercayaannya masing-masing.

Artinya, bila seorang warga negara meyakini bahwa cadar itu bagian dari perintah agamanya, maka negara harus melindungi warga negara itu tanpa terkecuali. Soal keamanan yang menjadi kekhawatiran, pemerintah perlu menerapkan teknologi.

Soal hukum cadar atau nikab itu sendiri, Anwar menjelaskan ada keragaman pendapat di antara ulama. Namun yang jelas, penafsiran yang satu tak boleh memaksakan penafsiran yang lain. (swamedium.com/admin)

%d blogger menyukai ini: