Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag, Mohsen mengklaim bahwa di samping sertifikasi perkawinan untuk memperkuat ketahanan keluarga, bimbingan pasca pernikahan juga penting. Hal ini sebagaimana diungkapkan Mohsen dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat bertajuk “Perlukah Sertifikasi Perkawinan?” yang digelar di Kementerian Kominfo, Jakarta, Jumat kemarin.

Mohsen menjelaskan bahwa setelah pernikahan, keluarga juga masih membutuhkan bimbingan. Karena menurutnya pada awal-awal masa pernikahan rentan terhadap berbagai persoalan dan persoalan yang paling sensitif itu adalah yang menyangkut perceraian. Maka bimbingan pernikahan ditujukan untuk menjaga harmoni keluarga dan menjaga ketahanan keluarga.

Menurut Mohsen, bimbingan pasca pernikahan ini akan terintegrasi dengan Kementrian atau Lembaga terkait seperti Kementrian Kesehatan, Kementerian Pembedayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kemendiknas hingga BKKBN.

Untuk memperkaya isi dari bimbingan pasca pernikahan, menurut Mohsen, ada penambahan konten-konten yang paling penting seperti masalah-masalah hukum dan seterusnya. Mohsen sendiri memperkirakan anggaran yang dibutuhkan untuk layanan ini adalah sebesar 800 miliar pertahun untuk dua juta pasangan pengantin pertahun. (kiblat.net/admin)

%d blogger menyukai ini: