Sultan Selangor Malaysia, Sultan Sharafuddin Idris Shah, menegaskan sikap atas saran agar zakat diperluas bagi penerima non-Muslim. Dalam hal ini, dia menolak saran tersebut dan meminta agar mengakhiri setiap perdebatan publik tentang masalah itu.

Sekretaris pribadinya, Mohammad Munir Bani, dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa Sultan Selangor juga diberi pemahaman oleh mufti negara bagian Mohd Tamyes Abd Wahid, bahwa dana zakat hanya dapat diberikan kepada non-Muslim apabila bantuan seperti itu akan menghasilkan masuk Islamnya mereka. Dalam hal ini, mualaf memang menjadi salah satu golongan yang berhak menerima zakat. Hal ini sebagaimana diungkapkan Sultan hari ini.

Sultan Selangor berharap isu tentang zakat untuk non-Muslim ini tidak diperdebatkan secara terbuka di media massa. Sultan mengatakan, membantu orang miskin non-Muslim adalah kewajiban pemerintah melalui berbagai lembaga. Sultan ingin mengingatkan bahwa ada perbedaan fungsi zakat dan pajak penghasilan.

Mohamad Munir menambahkan, bahwa pernyataan Sultan tersebut merupakan tanggapan terhadap laporan berita yang mengutip dua mufti dan seorang politisi. Saran untuk memperluas distribusi zakat kepada orang miskin dari agama lain baru-baru ini dilayangkan oleh Presiden Partai Keadilan Rakyat Anwar Ibrahim.

Anwar mengatakan, dalam konteks masyarakat multi-rasial, Islam mendorong distribusi dana zakat kepada non-Muslim tanpa mengesampingkan orang-orang Muslim yang membutuhkan. (republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: