DPP Syarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia atau SAPUHI menolak untuk menerima keterlibatan dua unicorn di Indonesia, Traveloka dan Tokopedia dalam bagian apapun pada bisnis penyelenggaraan ibadah umroh.

Selain itu Syarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia sepakat menolak menolak untuk menerima 2 Unicorn sebagai bagian dalam penyelenggaraan Ibadah Umroh dan Haji di Indonesia. Yakni traveloka dan tokopedia. Hal ini sebagaimana diungkapkan Syam Resfiadi, Ketua Umum SAPUHI, di Jakarta, Rabu kemarin.

Adapun beberapa alasan penolakan adalah adanya peluang Kapitalisasi Bisnis Umroh. Traveloka dan Tokopedia bisa diindikasikan akan melakukan Kapitalisasi Bisnis Penyelenggaraan Ibadah Umroh dan akan merugikan Jama’ah Indonesia di kemudian hari dengan pola kapitalisasi yang ada.

Selain itu, umroh adalah Bisnis Menggiurkan. Jama’ah Umroh adalah pangsa pasar yang besar dan pasti dilirik oleh banyak pihak, dari sekitar 1 juta Jama’ah yang berangkat Umroh setiap tahunnya, atau setara perputaran Dana sekitar 20 Triliun setiap tahun nya jika dihitung per jama’ah 20 juta rupiah.

Menurut Syam, hal itu bisa menjadi bisnis yang diincar oleh banyak pihak, dan tentunya bisnis perjalanan Umroh merupakan bisnis yang diatur secara ketat oleh Peraturan Perundang-undangan di Indonesia.

Lebih dari itu, ide keterlibatan dua unicorn dalam travel umrah bisa Menjadi Ancaman untuk Travel dan Agen Perjalanan Wisata yang ada. Menurut Syam, seharusnya pemerintah  menggandeng Asosiasi-asosiasi Penyelenggara Ibadah Umroh yang membawahi lebih dari seribu agen travel umroh di indonesia.

%d blogger menyukai ini: