“Sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat untuk menyerukan, “Sembahlah Alloh saja, dan jauhilah Thoghut “, Maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Alloh dan ada pula yang sesat. Maka berjalanlah kalian dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan para rasul.”

(QS. an-Nahl [16]: 36)

Thoghut ialah syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Alloh .

Syeikh As-Sa’di berkata: Alloh mengabarkan dalam ayat ini, bahwa hujahnya telah ditegakan pada semua umat. Tidak ada satu umatpun kecuali telah diutus seorang rosul kepada mereka. Semua rosul bersepakat untuk mendakwahkan satu tujuan dan satu agama, yaitu mendakwahkan Tauhidulloh dan Islam. Artinya semua rosul diperintahkan oleh Alloh untuk mengajak kepada semua manusia agar beribadah hanya kepada-Nya saja dan menjauhi sesembahan selainnya.

Umat manusiapun terpecah dan secara umum menjadi dua kelompok besar, ada yang mendapatkan hidayah dari Alloh sehingga mereka menerima dakwah dan menjadi orang-orang bertauhid dan ada juga yang tersesat menolak dakwah sehingga menjadi orang-orang kafir musyrik.

As’ad Hamud dalam Aisarut Tafasir berkata: Alloh telah mengutus seorang rosul yang mengajak kepada peribadahan kepada Alloh saja dan tidak boleh menyekutukannya serta melarang mereka untuk mengikutu thogut yaitu syaito, menyembah patung dan berbuat syirik.

Di antara mereka ada yang beriman kepada Alloh , dan mengikuti Rosul sehingga mendapatkan hidayah. Sebagian merekapun ada yang tersesat, sombong dan melenceng dari perintah Tuhan mereka.

Maka Alloh pun memerintahkan kepada Nabi Muhammad untuk berkata kepada orang-orang musyrik, “Berjalanlah di muka bumi dan lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan Alloh . Bagaimana Alloh telah menghinakan dan menghancurkan mereka dan memberikan azab terburuk kepada mereka.

Menauhidkan Alloh adalah ibadah yang sangat agung, karena ia termasuk kedalam hak Alloh yang harus dipenuhi oleh setiap hamba. Jika sang hamba memenuhi hak tauhid ini, maka dia tidak akan dimasukan ke dalam neraka. Perhatikanlah hadis berikut ini:

عَنْ مُعَاذٍ قَالَ: كُنْتُ رِدْفَ النَّبِىِّ عَلَى حِمَارٍ يُقَالُ لَهُ عُفَيْرٌ، فَقَالَ: « يَا مُعَاذُ، هَلْ تَدْرِى حَقَّ اللَّهِ عَلَى عِبَادِهِ؟ وَمَا حَقُّ الْعِبَادِ عَلَى اللَّهِ؟» . قُلْتُ: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: « فَإِنَّ حَقَّ اللَّهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوهُ وَلاَ يُشْرِكُوا بِه شَيْئاً، وَحَقَّ الْعِبَادِ عَلَى اللَّهِ أَنْ لاَ يُعَذِّبَ مَنْ لاَ يُشْرِكُ بِهِ شَيْئاً». فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَفَلاَ أُبَشِّرُ بِهِ النَّاسَ؟ قَالَ: «لاَ تُبَشِّرْهُمْ فَيَتَّكِلُوا». 

Dari Mu’adz ia berkata, “Aku pernah dibonceng Nabi di atas sebuah keledai yang bernama ‘Ufair, lalu Beliau bersabda, “Wahai Mu’adz, tahukah kamu hak Alloh yang wajib dipenuhi hamba-hamba-Nya? Dan apa hak hamba yang pasti dipenuhi Alloh?” Aku menjawab, “Alloh dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Beliau bersabda, “Sesungguhnya hak Alloh yang wajib dipenuhi hamba adalah mereka beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu, dan hak hamba yang pasti dipenuhi Alloh adalah Dia tidak akan mengazab orang yang tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu.” Aku berkata, “Wahai Rosululloh, bolehkah aku beritahukan kabar gembira ini kepada manusia?” Beliau menjawab, “Tidak perlu kamu sampaikan, nanti mereka akan bersandar.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Di dalam pembahasan tafsir tentang tauhid kali ini, ada beberapa faidah yang bisa kita petik, di antaranya:

  1. Hikmah diutusnya para rasul yaitu untuk mendakwahkan tauhid
  2. Pengutusan Rosul berlaku umum untuk semua umat
  3. Agama para nabi adalah satu. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab  berkata, “Tauhid itu merupakan agama segenap rasul yang diutus oleh Alloh kepada hamba-hamba-Nya.”

Syaikh Sholih bin Abdul Aziz alu Syaikh hafizhohulloh berkata,“Apabila kenyataannya seperti itu -yaitu segenap rasul menyerukan tauhid- maka seharusnya dakwah itu dilakukan untuk menyerukan pokok ini. Dakwah dilakukan untuk mengajak orang mentauhidkan Alloh. Sebab dengan tauhid itulah hati menjadi baik dan amalan pun akan menjadi baik.”

Syaikh Sholih juga menandaskan, “Maka barangsiapa yang tidak mentauhidkan Alloh maka sesungguhnya dia telah mendustakan seluruh rasul. Dikarenakan semua rasul itu diperintahkan untuk -mengajak- bertauhid.”

  1. Peribadahan kepada Alloh tidak bisa diwujudkan kecuali harus disertai dengan sikap kufur/mengingkari thoghut/sesembahan selain Alloh .
  2. Thoghut mencakup segala sesuatu yang disembah selain Alloh .

Syaikh Abdul Aziz bin Bazz berkata, “Thoghut adalah segala sesuatu yang disembah selain Alloh dalam keadaan dia meridhai hal itu. Adapun orang-orang yang disembah selain Alloh sedangkan mereka tidak merasa ridha atasnya seperti para rasul dan nabi-nabi maka mereka bukanlah thoghut sebab mereka tidak memerintahkan hal itu.”

  1. Misi dakwah para rasul serta para pengikut setia mereka adalah mengajak untuk bertauhid dan memberantas syirik. Syaikh Abdul Aziz bin Bazz berkata, “Hakikat syirik itu adalah memalingkan salah satu jenis ibadah kepada selain Alloh .”
  2. Tauhid merupakan kewajiban semua orang
  3. Tauhid memadukan antara penolakan sesembahan selain Alloh dan penetapan bahwa hanya Alloh sesembahan yang benar, tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya
  4. Ayat ini merupakan penjelas makna ayat di atas (QS. adz-Dzariyat [51]: 56), sebagaimana diungkapkan oleh Syaikh Sholih alu Syaikh dalam at-Tamhid
  5. Di dalam ayat ini terkandung makna la ilaha illalloh.

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

%d blogger menyukai ini: