Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO pada Kamis kemarin melanjutkan kembali pekerjaannya di Afghanistan setelah mendapat izin dari Taliban. WHO menghentikan seluruh kegiatannya di negara konflik itu setelah Taliban memutus hubungan kerja sama. Hal ini sebagaimana diungkapkan Richard Peppercorn, perwakilan WHO di Afghanistan, dalam sebuah pernyataan yang dikutip media.

Taliban mengumumkan pencabutan larangan beroperasi WHO di wilayah kontrolnya pada Rabu sebelumnya. Izin beroperasi itu diberikan dengan beberapa syarat, di antaranya WHO harus menyetorkan identitas para petugasnya kepada pemerintahan Taliban.

Taliban juga mensyaratkan, kampanye vaksinasi polio yang biasa digulirkan WHO harus dilakukan secara eksklusif di klinik, bukan di rumah penduduk atau di masjid. Sementara WHO beralasan bahwa vaksinasi di rumah itu dengan tujuan supaya lebih banyak anak Afghanistan yang mendapat vaksin.

Pihak WHO mengatakan prihatin karena lebih banyak anak Afghanistan pada akhirnya akan lumpuh karena folio. Afghanistan adalah salah satu dari sedikit negara di dunia di mana polio masih endemik. Sementara beberapa ulama melihat kampanye vaksinasi sebagai konspirasi Barat untuk mensterilkan anak-anak Muslim. Sementara itu, Taliban khawatir kampanye tersebut dapat digunakan sebagai kedok spionase.

Beberapa hari lalu, Taliban juga kembali mengizinkan Palang Merah Internasional kembali beroperasi di wilayahnya. Taliban melarang WHO dan ICRC beroperasi setelah melihat gelagat-gelagat mencurigakan dari organisasi internasional itu. (kiblat.net/admin)

%d blogger menyukai ini: