Seorang pengebom bunuh diri menggunakan sepeda motor dilaporkan telah menargetkan kampanye Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, Selasa kemarin. Pengebom bunuh diri diklaim dari kelompok Taliban.

Ledakan bom bunuh diri tersebut menewaskan 20 orang lebih  dan melukai setidaknya 30 orang. Ghani hadir di tempat kampanye, namun dilaporkan tidak terkena dampak ledakan bom.

Hanya beberapa jam kemudian, sebuah ledakan terjadi di dekat Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kabul. Taliban mengklaim bertanggung jawab terhadap kedua serangan tersebut.

Salah satu juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan, pengebom bunuh diri Taliban berada di balik kedua serangan. Mujahid mengatakan, di Parwan, pengebom menargetkan para pengawal presiden yang melindungi Ghani dan kampanyenya. Mujahid mengatakan pengebom bunuh diri di Kabul menargetkan pangkalan militer Afghanistan.

Juru bicara gubernur Parwan, Wahida Shakar mengatakan, para pendukung kampanye baru saja memulai kampanye ketika ledakan terjadi. Tayangan televisi lokal menyiarkan usai ledakan yang menunjukkan puing-puing runtuhan dan sejumlah kendaraan militer yang hangus terbakar.

Ledakan terjadi di tengah Afghanistan menghadapi pemilihan presiden pada 28 September mendatang. Pemilihan presiden tersebut ditentang keras oleh Taliban. Mereka telah memperingatkan warga Afghanistan untuk tidak memilih dalam pemilihan. (internasional.republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: