Gerakan Taliban Afghanistan melancarkan serangan besar-besaran di utara kota Kunduz, yang memicu baku tembak dengan pasukan pemerintah. Kunduz adalah kota strategis yang hampir dua kali dikuasai Taliban sejak 2015.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengklaim serangan itu gagal, dan mengatakan serangan itu menunjukkan kurangnya komitmen kelompok itu pada perdamaian dan bertentangan dengan yang dikatakan dalam negosiasi dengan Amerika Serikat.

Para pejabat Afghanistan mengatakan serangan Taliban itu dimulai pada Sabtu kemarin ketika pasukannya bergerak ke arah kota yang berbatasan dengan Tajikistan dari beberapa arah. Sementara itu, Taliban mengatakan pihaknya telah mengambil kendali atas beberapa bangunan di kota itu, sementara Angkatan Udara Afghanistan melancarkan setidaknya lima serangan udara.

Kantor berita Reuters menyebutkan, puluhan tewas dalam pertempuran yang berlangsung sepanjang Sabtu itu ketika pasukan pemerintah, didukung oleh serangan udara, mencoba untuk mendapatkan kembali kendali atas daerah yang direbut. Air dan listrik terputus, dan layanan telepon sangat terganggu.

Koresponden Al-Jazeera melaporkan bahwa 15 provinsi Afghanistan menjadi saksi pertempuran antara pasukan pemerintah dan pejuang Taliban, terutama provinsi Kunduz.

Serangan Taliban terhadap Kunduz bertepatan semakin dekatnya kesepakatan besar antara Taliban dan Amerika dalam negosiasi di ibukota Qatar, Doha, yang masih berlangsung. Taliban tetap melanjutkan operasi militer karena belum ada kesepakatan gencatan senjata.

sumber: kiblat

%d blogger menyukai ini: