Tentara Israel mengusir petani Palestina yang sedang memetik zaitun di lahan mereka di bawah todongan senjata di Desa Qaryut, sebelah selatan Kota Nablus di Tepi Barat.

Ghassan Daghlas, yang memantau kegiatan mengatakan kepada Kantor Berita Palestina WAFA, Rabu kemarin bahwa tentara Israel menembakkan gas air mata ke para petani. Saat itu, mereka akan memanen buah zaitun di kebun mereka di bagian barat desa tersebut.

Daghlas menyatakan para petani dilarang memanen buah zaitun mereka di daerah tersebut pada hari keempat berturut-turut. Selama dua pekan belakangan ini, Tepi Barat menyaksikan gelombang serangan oleh pemukim Yahudi saat petani Palestina mulai memanen buah zaitun tahun ini.

Serangan terutama dilancarkan di desa di bagian utara di dekat Balus dan Salfit, wilayah dengan konsentrasi terbesar permukiman Yahudi. Pemukim Yahudi menyerang orang Palestina yang memanen buah zaitun di Burin, desa di sebelah selatan Nablus pada 12 Oktober. Serangan yang paling menghancurkan terjadi pada pagi 16 Oktober, ketika lebih dari 30 pemukim Yahudi bersenjata menyerang petani Palestina dan relawan asing di Burin. Mereka menyerang tiga warga asing dan membuat satu orang luka parah, termasuk Rabbi Moshe Yehuda dari organisasi Rabbis for Human Rights. (internasiona.republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: