Otoritas Thailand telah menahan istri dan anak-anak seorang komandan tertinggi Tentara Pembebasan Arakan Rohingya atau ARSA. ARSA adalah kelompok pejuang di Rakhine Myanmar.

Hnin Zar Phyu, istri Mayor Jenderal Tun Myat Naing  dan putri mereka Saw Pyae Shun dan putranya berusia 11 bulan, Myat Lin Zan, ditangkap pada Rabu di Chiang Mai, sebuah kota di utara Thailand yang telah lama menjadi tempat perlindungan bagi para pejuang Myanmar, dan didakwa dengan masuk secara ilegal.

Pejabat Thailand telah mengkonfirmasi bahwa Hnin Zar Phyu dan anak-anaknya ditahan di kantor imigrasi di distrik Mae Sai di provinsi Chiang Rai, perbatasan utama yang melintasi perbatasan Thailand dan Myanmar di Thailand utara. Hal ini sebagaimana diungkapkan pejabat imigrasi Thailand, yang tidak ingin disebutkan namanya karena ia tidak berwenang berbicara kepada media, jumat kemarin.

Mereka  didakwa masuk secara ilegal karena pihak berwenang Myanmar telah mencabut paspor mereka.  Seorang aktivis Rakhine mengatakan bahwa ia sangat prihatin dengan penangkapan Hnin Zar Phyu di Thailand. Menurutnya, Thailand seharusnya tidak menangkap dan mendeportasi mereka ke pihak berwenang Myanmar. Jika hal itu dilakukan, kemungkinan besar korban  akan ditangkap, dipenjara, dan dianiaya di Myanmar. Hal ini diungkap  Nyi Nyi Lwin, kepala Pusat Informasi Arakan.

https://suaraislam.id/

%d blogger menyukai ini: