Aksi unjuk rasa berujung kekerasan berlanjut di timur laut India, sebagai protes undang-undang Amendemen Kewarganegaraan atau CAB yang kontroversial karena dinilai “Anti-Muslim”. Undang-undang tersebut disahkan parlemen India atau Lok Sabha pekan kemarin.

Tiga menteri utama di India juga menyuarakan keberatan terhadap undang-undang yang kontroversial tersebut.

Kepala Menteri Punjab, Amarinder Singh menolak undang-undang yang dia anggap ilegal, tidak etis dan tidak konstitusional karena dia ingin memecah belah orang dengan agama.

Menteri Kepala Kerala, Pinarayi Vijayan, mengatakan langkah untuk memberikan kewarganegaraan berdasarkan agama termasuk dalam tindakan menolak konstitusi.

Sementara Menteri Benggala Barat, Mamata Banerjee juga menyuarakan oposisi terhadap hukum.

Sejak hari Jumat lalu, ribuan orang dari berbagai wilayah melakukan aksi protes undang-undang yang kontroversial tersebut. Aksi protes menentang dimulai di Provinsi Assam pada hari Rabu. Sejauh ini sudah dua orang korban tewas sejak protes meletus.

Di bawah undang-undang tersebut, otoritas India akan memberikan kewarganegaraan kepada sejumlah agama termasuk Buddha, Kristen, Hindu, dan Sikh yang melarikan diri dari Pakistan, Afghanistan, dan Bangladesh setelah penganiayaan agama sebelum 2015.

Mayoritas negara itu didominasi Muslim, tetapi Muslim dikeluarkan dari daftar warga yang memenuhi syarat, termasuk pengungsi Muslim Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar.

https://www.hidayatullah.com

%d blogger menyukai ini: