Pesawat-pesawat tempur dan helikopter rezim Basyar Asad mengintensifkan serangan dan pembantaian di zona demiliterisasi pedesaan Idlib, Sabtu kemarin.  Serangan itu membunuh 20 warga sipil, termasuk 10 anak-anak dan melukai 97 lainnya. Serangan keji itu jelas melanggar gencatan senjata yang diumumkan oleh Rusia pada 9 Januari lalu.

Pesawat-pesawat tempur dan helikopter militer rezim Asad melancarkan beberapa serangan udara ke rumah-rumah warga sipil dan sebuah jalan di pusat kota Idlib. Sementara itu, pesawat tempur membombardir pasar terkenal di kota Binnish. Enam anak dan seorang wanita meregang nyawa, melukai 25 lainnya, termasuk 13 anak-anak dan dua wanita.

Serangan biadab rezim Asad juga menargetkan beberapa desa dan kota lain di pedesaan Idlib, antara lain Sarmin dan Maar Dibsah. Serangan di beberapa wilayah ini melukai warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak. Para sukarelawan ‘White Helmets’ telah bekerja keras untuk menyelamatkan warga sipil dari bawah puing-puing bangunan yang hancur setelah serangan udara.

https://www.salam-online.com

%d blogger menyukai ini: