Tokoh Uighur di pengasingan, Dolkun Isa, mendesak berbagai negara di dunia memutuskan hubungan dagang dengan China. Saat ini Dolkun Isa adalah Ketua Kongres Uighur Dunia yang berbasis di Munich. Dia berbicara setelah laporan dokumen rahasia pemerintah China yang bocor menunjukkan bukti kamp-kamp tahanan massal untuk Uighur di wilayah Xinjiang.

China menyangkal tuduhan memperlakukan Uighur atau etnik lain dengan buruk di Xinjiang. Menurut Beijing, pemerintah menyediakan pelatihan kejuruan untuk membantu mengatasi militansi dan separatisme serta melatih keahlian baru.

Isa bertemu para pejabat Kementerian Luar Negeri Swiss pada Kamis kemarin untuk melobi Swiss yang memiliki kesepakatan perdagangan bebas dengan China. Berbagai bank dan perusahaan besar Swiss aktif dalam hubungan dagang dengan China.

Para pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa dan aktivis menyatakan sekitar satu juta Uighur dan anggota minoritas Muslim lainnya ditahan di sejumlah kamp di Xinjiang sejak 2017. Penahanan itu dikecam oleh Amerika Serikat dan negara-negara lain. (suaraislam.id/admin)

%d blogger menyukai ini: