Turki menyatakan siap melanjutkan operasi militernya di timur laut Suriah. Operasi yang bertujuan menumpas pasukan Kurdi itu diketahui terhenti setelah Turki mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat pada 17 Oktober lalu.

Dalam kesepakatan itu, Turki setuju memberikan waktu lima hari kepada Pasukan Demokratik Suriah dan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi untuk hengkang dari zona aman sejauh  32 kilometer di selatan perbatasan Turki di Suriah. Hal ini sebagaimana diungkapkan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada Senin kemarin.

Menurut Cavusoglu, pasukan Kurdi mematuhi kesepakatan yang telah dicapai dengan Amerika, Mereka menarik diri dari daerah-daerah yang dikontrol Turki.  Namun dia menuding kelompok Kurdi Suriah melakukan 30 pelanggaran tembakan langsung saat gencatan senjata masih diterapkan. Cavusoglu mengatakan Turki akan membalas serangan tersebut.

Ras al-Ain adalah satu dari dua kota di perbatasan Turki-Suriah yang telah menjadi target utama operasi militer Turki. Zona aman dilaporkan akan dibangun Turki di wilayah tersebut. (internasional.republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: