Alloh subhanahu wata’ala berfirman,

{ فَإذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتاً فَسَلِّمُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً }

“Maka apabila kamu memasuki suatu rumah dari rumah-rumah ini hendaklah kamu memberi salam kepada penghuninya yang berarti memberi salam kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkah lagi baik.” [QS. an-Nur: 61] 

Dalam ayat ini Alloh subhanahu wata’ala memerintahkan seorang muslim ketika masuk rumah agar mengucapkan salam terlebih dahulu. Baik rumah tersebut adalah rumahnya sendiri ataupun rumah orang lain. Demikian pula baik di rumah tersebut ada orang atau pun tidak. Karena selain mengabarkan kedatangan kita, salam menjadi ucapan agar Allah memberkahi setiap penghuni rumah, menjadi benteng bagi rumah dari gangguan setan yang terkutuk, serta mendapat jaminan Alloh untuk menjaganya, mengurusnya dan memberikan taufiq baginya. Wallohu A’lam…

ANJURAN MENGULANG UCAPAN SALAM

Seorang Muslim yang telah mengucapkan salam kepada saudaranya, kemudian berpisah, lalu bertemu lagi walaupun perpisahan itu hanya sesaat, maka dianjurkan mengulang salamnya. Bahkan seandainya terpisah oleh suatu pohon lalu berjumpa lagi, maka dianjurkan untuk mengulang ucapan salamnya.

Dari Abu Hurairoh radhiallohu anhu, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,

(( إِذَا لَقِيَ أَحَدُكُمْ أخَاهُ فَلْيُسَلِّمْ عَلَيْهِ، فَإنْ حَالَتْ بَيْنَهُمَا شَجَرَةٌ، أَوْ جِدَارٌ، أَوْ حَجَرٌ، ثُمَّ لَقِيَهُ، فَلْيُسَلِّمْ عَلَيْهِ ))

“Jika salah seorang dari kalian bertemu dengan saudaranya, hendaknya mengucapkan salam kepadanya. Kemudian jika antara keduanya terhalang sebatang pohon atau tembok atau batu besar, lalu bertemu kembali, maka hendaknya kembali mengucapkan salam kepadanya.” (HR. Abu Dawud)

 

%d blogger menyukai ini: