Pembaca yang budiman. Membicarakan keutamaan ‘Umar  merupakan dorongan dan motivasi besar bagi kita agar dapat meniru dan meneladaninya dalam segala aspek dunia dan akhiratnya. Alloh menganugerahkan kepada ‘Umar   banyak keutamaan dan kelebihan yang tak dimiliki oleh manusia selainnya. Beliau adalah sosok pemberani namun pemurah hati. Beliau adalah pejuang sejati yang rela mati demi meraih ridho Ilahi. Beliau adalah pemimpin yang mengorbankan harta, jiwa, dan raganya demi tegaknya tauhid di muka bumi. Beliau adalah kholifah yang berjiwa rohmah dan penuh cinta kepada orang-orang lemah.

Berikut ini beberapa contoh tentang keutamaan ‘Umar bin al-Khoththob .

Yang pertama; telah disebutkan dalam beberapa hadis shohih bahwa ‘Umar  termasuk penghuni surga. Sungguh hal ini merupakan keagungan dan ketinggian kedudukan ‘Umar . Di waktu ia masih hidup, diberitakan kabar gembira bahwa ia kelak memasuki surga. Yang sangat menakjubkan berita itu bersumber dari lisan Rosululloh  yang perkataanya tak pernah didustakan sedikitpun.

 

Diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad dari Sa’id bin Zaid  bahwa ia bertutur; “Aku bersaksi atas nama Rosululloh  aku mendengar bahwa beliau bersabda: “Sepuluh sahabat yang masuk surga adalah: Abu Bakar, ‘Umar,  ‘Utsman, ‘Ali, Tholhah, al-Zubair, ‘Abdur Rohman bin ‘Auf, Sa’ad, Sa’id dan  Abu ‘Ubaidah bin al-Jarroh.”

Diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi dan Ahmad dari Abu Hurairah Rodiyallohu’anhu bahwa ia bertutur bahwa Rosululloh  pernah berada di atas gua Hiro bersama Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman, ‘Ali, Tholhoh dan az-Zubair. Tiba-tiba bukit bergetar, maka beliau  bersabda:

اِهْدَأْ، فَمَا عَلَيْكَ إِلاَّ نَبِيٌّ أَوْ صِدِّيْقٌ أَوْ شَهِيْدٌ

Diamlah, sesungguhnya di atasmu tidak lain adalah seorang Nabi, seorang shiddiq, dan seorang syahid.”

Oleh karena itu, janganlah kita percaya dengan kedustaan dan kebohongan orang-orang Syiah yang menyatakan bahwa ‘Umar adalah sahabat yang murtad.

Yang kedua; seorang yang disegani, hingga setan akan lari jika berpapasan dengannya.

Setan adalah faktor terbesar yang menjerumuskan manusia kepada tindakan kemaksiatan. Ia musuh terburuk bagi manusia hingga Alloh memerintahkan kepada umat manusia agar menjadikannya sebagai musuh. Begitulah peran berbahaya setan.

Namun keperkasaan dan kekuatan setan untuk merayu manusia agar menjadi penghuni neraka jahannam bersamanya bertekuk lutut dan tak berdaya di hadapan ‘Umar bin al-khotthob . Setan lari ketika melihat ‘Umar Rodiyallo’anhu.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim Rosululloh bersabda kepada ‘Umar ,

وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ مَا لَقِيْتَ الشَّيْطَانَ سَالِكًا فَجًّا قَطُّ إِلاَّ سَلَكَ فَجًّا غَيْرَ فَجِّكَ

“Demi jiwaku yang berada ditangan-Nya, kamu tidak akan menjumpai setan berjalan pada suatu jalan melainkan ia berjalan di jalan selain jalanmu”.

Dalam Imam at-Tirmidzi bahwa Rosululloh juga bersabda,

  إِنِّي َلأَنْظُرُ إِلَى شَيَاطِيْنِ اْلإِنْسِ وَالْجِنِّ قَدْ فَرُّوْا مِنْ عُمَرَ

“Sesungguhnya saya melihat setan-setan jenis manusia dan jin berlarian dari ‘Umar.”

 

Yang ketiga; kemuliaan ‘Umar   tak hanya sebatas pada keberaniannya, tetapi juga pada kebenaran dirinya.

Di bawah naungan tarbiyah nubuwwah, ‘Umar  menjadi sosok pribadi yang hatinya dipenuhi dengan cahaya kebenaran dan keislaman. Cahaya wahyu senantiasa menancap di dalam hatinya. Hal ini membuahkan kejernihan dan keputihan hatinya. Oleh karena itu, meluncurlah dari lisan ‘Umar  kebenaran.

Perhatikanlah! ‘Umar  mengusulkan agar tawanan perang Badar dipenggal, lalu al-Qur’an turun memberikan persetujuan. Beliau berpendapat agar istri-istri Nabi Muhammad   berhijab, lalu al-Qur’an turun memberikan persetujuan. Beliau berpendapat untuk menjadikan tempat Nabi Ibrahim ‘  saat berdiri membangun Ka’bah sebagai tempat sholat, lalu al-Qur’an turun memberikan persetujuan.

Tatkala ‘Abdulloh bin Ubai bin Salul wafat, Nabi Muhammad Sholallohu’alaihi Wassalam berdiri hendak menyalatinya, lalu ‘Umar  menarik baju beliau agar tidak melakukannya seraya berkata, “Wahai Rosululloh, sesungguhnya ia seorang munafik!”.

Dan masih banyak lagi usulan usulan Umar  yang menjadikan islam kokoh.

Selanjutnya Yang keempat ; ia adalah salah satu orang yang mendapatkan ilham dari Alloh .

Suatu keistimewaan luar biasa yang Alloh anugerahkan kepada hamba-Nya ini. Yaitu hatinya dibisikkan sesuatu oleh Alloh untuk membedakan antara kebenaran dan kebatilan, antara hidayah dan kesesatan, antara kekufuran dan keimanan, antara ketaatan dan kefasikan.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim bahwa Rosululloh   bersabda:

لَقَدْ كَانَ فِيْمَا قَبْلَكُمْ مِنَ الأُمَمِ نَاسٌ مُحَدَّثُوْنَ، فَإِنْ يَكُنْ فِيْ أُمَّتِيْ أَحَدٌ فَإِنَّهُ عُمَرُ

“Sungguh pada umat-umat terdahulu sebelum kalian, ada orang-orang yang diberi ilham, maka jika ada pada umatku seorang saja, sesungguhnya itu adalah ‘Umar.”

Dan Yang kelima; Salah satu sebab kejayaan Islam.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhori bahwa ‘Abdulloh bin Mas’ud Rodiyallohu’anhu berkata:

مَا زِلْنَا أَعِزَّةً مُنْذُ أَسْلَمَ عُمَرُ

“Kita senantiasa dalam kemuliaan sejak ‘Umar masuk Islam.”

‘Umar  dikenal di masa jahiliyah sebagai orang yang sangat pemberani. Oleh karena itu, Rosululloh  sangat berharap terhadap keislamannya hingga beliau berdoa sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Hakim, at-tirmidzi dan Ahmad:

اَللّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ بِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ أَوْ بِعَمْرٍو بِنْ هِشَامٍ 

“Ya Alloh, muliakan Islam dengan ‘Umar bin  al-Khoththob atau ‘Amr bin Hisyam.”

Doa Rosululloh Sholallohu’alaihi Wassalam terkabul dan terbukti dengan keislaman ‘Umar Rodiyallohu’anhu sehingga barisan kaum Muslimin semakin kuat dan perkasa. ‘Umar Rodiyallohu’anhu mengajak kaum Muslimin agar menampakkan keislamannya dengan terang-terangan.

 

Pembaca yang budiman. Para sahabat Rosululloh  sendiri banyak yang menyanjung dan memuji ‘Umar . Hal ini menunjukan betapa mulianya beliau. Marillah kita perhatikan ucapan generasi terbaik umat ini sepanjang zaman terhadap ‘Umar .

Abu Bakar ash Shiddiq   berkata, “Tidak ada seorang laki-laki yang lebih aku cintai di muka bumi ini selain dari ‘Umar.”.

Abu Bakar Rodiyallohu’anhu tidak melihat orang yang lebih tepat untuk memegang jabatan kholifah sepeninggalnya selain ‘Umar , maka ia pun berwasiat agar penggantinya sebagai kholifah adalah ‘Umar  . Ketika orang-orang bertanya kepada Abu Bakar, “Apa yang akan engkau katakan kepada Robb-mu sementara engkau telah menunjuk ‘Umar sebagai kholifah?”. Ia menjawab, “Akan aku katakan kepada-Nya, aku tunjuk untuk memimpin mereka orang yang ter-baik di antara mereka.”.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhori bahwa Ibnu ‘Umar  berkata:

كُناَّ نُخَيِّرُ بَيْنَ الناَّسِ فِيْ زَمَانِ رَسُوْلِ اللهِ

n

 فَنُخَيِّرُ أَبَا بَكْرٍ ثُمَّ عُمَرَ ثُمَّ عُثْمَانَ

“Kami memilih siapa orang yang terbaik pada zaman Rosululloh Sholallhu’alaihi Wassalam lalu kami memilih Abu Bakar, kemudian ‘Umar dan kemudian ‘Utsman.”

Ibnu ‘Umar  berkata, “Aku tidak melihat seorang laki-laki pun setelah Nabi   semenjak beliau wafat, orang yang lebih tegas dan pemurah selain dari ‘Umar.”.

Hudzaifah bin al-Yaman   berkata, “Demi Alloh, aku tidak mengetahui seorang laki-laki yang tidak takut di ja-lan Alloh kepada celaan orang-orang yang suka mencela selain ‘Umar.”.

‘Abdulloh bin Mas’ud  berkata, “Sesungguhnya masuk Islamnya ‘Umar merupakan penaklukan, hijrahnya adalah sebuah kemenangan, dan pemerintahannya adalah sebuah rahmat.”

 

Pembaca yang budiman. Semoga apa yang kita bahas menjadi bekal bagi kita dalam menghadapi berbagai lontaran keburukan dan caci maki yang diucapkan oleh golongan sesat Syiah. Sehingga kita tidak akan terpengaruh oleh pernyataan mereka tentang ‘Umar Rodiyallohu’anhu. Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

%d blogger menyukai ini: