Wakil Uni Eropa dan Kepala Misi di Yerussalem dan Ramallah mengecam penghancuran harta orang Palestina di Area C, Tepi Barat. Uni Eropa menilai tindakan itu sebagai ancaman bagi penyelesaian dua-negara.

Satu pernyataan oleh misi lokal Uni Eropa merujuk kepada penghancuran 26 Agustus atas restoran dan rumah orang Palestina di dekat Bethlehem. Bangunan tersebut berada di antara Desa Battir dan Beit Jala di Area C di Tepi Barat Sungai Jordan.

Penghancuran itu, bersama dengan pembangunan permukiman buat orang Yahudi di daerah tersebut, menambah besar ancaman terhadap kelangsungan hidup penyelesaian dua-negara dan makin merusak prospek bagi perdamaian yang langgeng.

Selama ini Uni Eropa mengecam kebijakan permukiman Yahudi, yang tidak sah berdasarkan hukum internasional. Uni Eropa pun berharap pemerintah Israel sepenuhnya memenuhi kewajiban mereka sebagai penguasa pendudukan berdasarkan Hukum Kemanusiaan Internasional.

Uni Eropa di Yerussalem dan Ramallah mengingatkan mengenai Kesimpulan Dewan Urusan Luar Negeri dan mengulangi penentangan kuatnya, terhadap kebijakan permukiman Israel. Berlanjutnya kebijakan pengusiran dan penghancuran merusak kelangsungan hidup penyelesaian dua-negara. (internasional.republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: