Pameran manuskrip dan kaligrafi Alquran digelar di Galeri Smithsonian, Sackler, Washington DC, Amerika Serikat. Pameran Alquran dari koleksi Museum Seni Keislaman Turki tersebut diklaim sebagai pameran Alquran pertama di negeri Paman Sam.

Pameran tersebut merupakan kerjasama antara Smithsonian’ Sackler Galleries dengan Museum Seni Keislaman Turki. Dalam pameran tersebut ditampilkan lebih dari 60 manuskrip Alquran, yang dikumpulkan dari berbagai zaman dan tempat. Mulai dari periode Abbasiah pada akhir Abad ke-7 hingga zaman Ottoman dan Safavid pada akhir Abad ke-17.

Guna memudahkan pengunjung untuk memahami sejarah penulisan Alquran, pameran tersebut terbagi dalam beberapa tema. Pengunjung dapat belajar saat Alquran dipelajari lewat tuturan hingga akhirnya ditulis di perkamen ataupun kulit binatang.

Seperti dikutip Arab News, kurator dari Freer and Sackler, Massumeh Farhad pada Jumat kemarin mengatakan bahwa dalam pameran tersebut juga ditampilkan seni penulisan dan kaligrafi Alquran dengan berbagai metode yang telah dikembangkan. ”Kendati setiap Alquran memiliki isi atau teks yang identik, tapi penguasaan skill dari setiap seniman kaligrafi telah membuat setiap Alquran memiliki nilai seni yang tinggi.

(Republika.co.id)

%d blogger menyukai ini: