Pembahasan tentang Tauhid asma wa sifat adalah pembahasan yang sangat penting bagi setiap muslim. Sudah seharusnya kita semua mempelajari dengan sungguh-sungguh tentang hakikat tauhid asma wa sifat. Berkaitan dengan pentingnya ilmu tauhid asma wa sifat, para ulama memiliki ungkapan yang berbeda-beda. Akan tetapi intisarinya bermuara pada satu tujuan yang sama yaitu mengantarkan manusia kepada pengesaan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala dengan baik dan benar. Cukuplah kiranya perkataan Ibnul Qoyyim dalam kitabnya Miftâh Dâr al-Sa’âdah wa Mansyûr Wilâyah Ahl al-‘Ilm wa al-Irâdah menjadi bukti yang otoritatif akan agungnya kedudukan ilmu tentang tauhid asma wa sifat. Beliau rohimahumulloh mengatakan bahwa:
“Tidak diragukan lagi bahwa ilmu tentang nama-nama dan sifat-sifat Alloh Subhanahu Wa Ta’ala serta perbuatannya adalah ilmu yang paling agung dan utama, dan penisbatan ilmu asma dan sifat kepada semua ilmu sebagaimana penisbatan kepada seluruh objek yang diketahui, dan sebagaimana ilmu tentang tauhid asma dan sifat ini adalah ilmu yang paling agung dan utama maka ilmu ini adalah pondasi dari semua ilmu.”
Di samping itu, mengapa kita harus mempelajari ilmu tauhid asma wa sifat? Karena mempelajari ilmu tauhid asma wa sifat memberikan manfaat yang sangat besar kepada kita semua. Yaitu kebahagiaan hakiki baik di dunia maupun di akhirat. Sebaliknya, ketika di antara kita tidak mengetahui tentang tauhid asma wa sifat, maka kita akan sengsara. Berkaitan dengan hal ini, Ibnul Qoyyim rohimahumulloh berkata, “Ilmu tentang Alloh Subhanahu Wa Ta’ala adalah pondasi dari seluruh ilmu, ia adalah pondasi ilmu seorang hamba untuk meraih kebahagiaan dan kesempurnaan, dan untuk meraih kemaslahatan di dunia dan akhirat. Sebaliknya, tidak mengetahui Alloh Subhanahu Wa Ta’ala Subhanahu Wa Ta’ala mengandung konsekuensi kebodohan terhadap diri orang tersebut dari segi kemaslahatan dan kesempurnaan, sehingga ia tidak bersih jiwanya dan tidak bahagia. Oleh karena itu, mengetahui Alloh Subhanahu Wa Ta’ala Subhanahu Wa Ta’ala adalah kunci kebahagiaan seorang hamba, dan tidak mengetahui Alloh Subhanahu Wa Ta’ala Subhanahu Wa Ta’ala adalah pokok pangkal kesengsaraannya.”
Dalam mengkaji ilmu tentang nama-nama Alloh Subhanahu Wa Ta’ala dan sifat-sifat-Nya, secara global metode kajian yang ditempuh para ulama dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian, sebagaimana dikatakan oleh ‘Abd al-Rahmân al-Mahmûd -semoga Alloh Subhanahu Wa Ta’ala menjaganya-. Ia menegaskan bahwa kajian-kajian yang berkaitan dengan nama-nama dan sifat Alloh Subhanahu Wa Ta’ala Subhanahu Wa Ta’ala terbagi menjadi dua macam:
Pertama adalah kajian yang berkaitan dengan keimanan kepada nama-nama dan sifat Alloh Subhanahu Wa Ta’ala dan menetapkannya. Berkaitan juga dengan kaidah-kaidah para ulama salaf dalam masalah tersebut serta bantahan mereka terhadap orang-orang yang menyelisihi. Seperti dari kalangan para Ahlut Ta’wîl (menafsirkannya secara batil), at-Tahrîf (merubahnya), al-Ta’tîl (meniadakannya secara total), al-Tasybîh (menyerupakannya dengan makhluk), al-Takyîf (memvisualisasikannya) dan al-Tafwîd (tidak menetapkan dan tidak meniadakan tetapi menyerahkannnya kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala).
Kajian asma dan sifat seperti ini telah banyak didapati dalam kitab-kitab para ulama, baik klasik maupun kontemporer dalam bentuk dan ukuran yang berbeda-beda antara yang ringkas dan yang panjang lebar.
Pendengar yang dimuliakan Alloh…
Yang Kedua adalah kajian yang berkaitan dengan pengaruh keimananan yang didapatkan dari nama-nama dan sifat Alloh Subhanahu Wa Ta’ala menurut metode al-Salaf al-Shâlih bagi kehidupan seorang muslim secara khusus dan bagi kaum muslimin secara umum.
Ini adalah perkara yang sangat penting, di mana nama dan sifat Alloh Subhanahu Wa Ta’ala memiliki pengaruh yang besar bagi kehidupan seorang mukmin, karena demikianlah buah sejati dari keimanan terhadap nama dan sifat Alloh Subhanahu Wa Ta’ala dan mempelajarinya serta mentadabburi kandungan maknanya.
Berkaitan dengan pentingnya mempelajari ilmu tauhid asama wa sifat, Syeikh ‘Abdul ‘Aziz al-Julayyil, juga mengemukakan alasannya. Kira-kira ada sepuluh lebih alasan yang beliau kemukakan berkaitan dengan urgensi mempelajari asma wa sifat bagi seorang muslim. Berikut ini beberapa di antaranya:
Yang Pertama: sesungguhnya tujuan dan keinginan yang paling besar dalam kehidupan seorang muslim adalah mendapatkan keridhoan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala dan surga-Nya serta dapat melihat wajah Alloh Subhanahu Wa Ta’ala yang mulia di akhirat kelak. Akan tetapi tujuan dan keinginannya ini tidak akan terwujud selamanya melainkan dengan taufik dari Alloh Subhanahu Wa Ta’ala kepadanya. Yaitu taufik untuk mentauhidkan-Nya, mentaati-Nya, dan menjauhi larangan-Nya.
Keimananan dan amal saleh ini tidak akan dapat direalisasikan oleh seorang hamba melainkan harus dengan ilmu. Karena ilmu itu harus menyertainya sebelum berkata dan beramal. Ilmu merupakan pondasi bagi amal, rasa takut dan dapat menjauhkan dari kemurkaan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.
Ketika keinginan dan tujuan utama tidak dapat dicapai melainkan dengan ilmu, maka ilmu yang paling mulia di dunia ini adalah ilmu yang mengantarkan seseorang kepada kebahagiaan dan kesuksesan di akhirat yaitu dengan mendapatkan keridhaan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala S.W.T dan surga-Nya. Disamping itu, ilmu adalah jalan untuk mencapai amalan yang diterima. Amalan yang diterima adalah jalan untuk mencapai kesuksesan di sisi Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.
Ketika kemuliaan setiap ilmu sesuai dengan apa saja yang berkaitan dengan ilmu ini, maka ilmu yang paling utama adalah ilmu yang berkaitan dengan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala, nama-nama dan sifat-sifat-Nya yang mulia. Karena tinggi rendahnya kualitas ibadah, mahabbah (kecintaan) seseorang kepada Tuhannya tergantung pada kadar ilmu yang dimilikinya tentang nama-nama Alloh Subhanahu Wa Ta’ala dan sifat-sifat-Nya.
Yang Kedua, al-Julayyil juga mengatakan bahwa ilmu yang berkaitan dengan nama-nama Alloh Subhanahu Wa Ta’ala dan sifat-sifat-Nya adalah asas dari seluruh ilmu, pondasi keimanan seseorang dan kewajiban yang paling pertama dan utama. Oleh karena itu, apabila manusia mengetahui tentang Tuhannya maka mereka akan beribadah kepada-Nya.
Urgensi yang Ketiga yaitu mengetahui Alloh Subhanahu Wa Ta’ala dan nama-nama dan sifat-sifat-Nya dapat menambah keimanan dan keyakinan dalam hati serta dapat merealisasikan tauhid dan merasakan indahnya peribadatan kepada-Nya.
Tentu yang dimaksud dengan mengetahui nama-nama Alloh Subhanahu Wa Ta’ala S.W.T dan sifat-sifat-Nya adalah bukan sekedar mengetahui. Tetapi juga memahami dengan benar makna yang terkandung dalam setiap nama dan sifat Alloh Subhanahu Wa Ta’ala S.W.T tersebut. Karena hanya dengan demikian, keimananan dan keyakinan akan muncul dan bertambah dalam diri seorang muslim.
Urgensi yang Keempat yaitu orang yang mengetahui tentang Alloh Subhanahu Wa Ta’ala dengan sebenarnya, akan menjadikan ilmu tentang nama-nama dan sifat-sifat Alloh Subhanahu Wa Ta’ala serta perbuatan-perbuatan-Nya sebagai dalil dan petunjuk terhadap apa yang Alloh Subhanahu Wa Ta’ala kerjakan dan apa yang Dia syariatkan.
Karena tidaklah Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berbuat melainkan sesuai dengan konsekuensi nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Dan perbuatan-perbuatan-Nya tidak keluar dari bingkai al-‘adl (keadilan), al-fadl (keutamaan) dan al-hikmah (kebijaksanaan). Begitu juga Alloh Subhanahu Wa Ta’ala tidak membuat syariat melainkan sesuai dengan konsekuensi pujian kepada-Nya, kebijaksanaan-Nya, keutamaan-Nya, dan keadilan-Nya.
Urgensi yang Kelima yang disebutkan Syeikh al-Julayyil adalah adanya keterikatan yang sangat kuat antara sifat-sifat Alloh Subhanahu Wa Ta’ala dan konsekuensi yang dikandungnya berupa ibadah-ibadah yang nampak dan yang tidak nampak.
Dalam mengetahui nama-nama dan sifat-sifat Alloh Subhanahu Wa Ta’ala dan beribadah dengan nama-nama dan sifat-sifat-Nya terdapat pengaruh yang baik terhadap sikap-sikap yang akan diambil ketika menghadapi berbagai macam musibah yang mendera seorang hamba.
Jadi, dari sini kita bisa mengetahui betapa besarnya manfaat yang bisa kita petik dari mempelajari ilmu tauhid asma wa sifat. Terutama terkait pengaruh Nama dan Sifat Alloh Subhanahu Wa Ta’ala bagi munculnya karakter-karakter dan sifat-sifat mulia yang dapat kita terapkan setiap hari. Seperti kita mengimani, bahwa salah satu nama Alloh Subhanahu Wa Ta’ala adalah al-Bashir yaitu Alloh Maha Melihat. Maka pengaruh nama ini adalah kita senantiasa berusaha untuk melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan. Yang Demikian itu, karena Alloh melihat seluruh perbuatan kita. Sehinnga kitapun merasa harus berhati-hati dalam berkata dan bertindak.
Demikianlah pembahasan tentang urgensi mempelajari tauhid asma wa sifat. Semoga Alloh senantiasa membimbing kita semua untuk menauhidkannnya. Amin. Wallohu A’lam…

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

%d blogger menyukai ini: