Proposal Amerika Serikat untuk perdamaian Israel dan Palestina yang disebut ‘Kesepakatan Abad Ini’ tidak mencantumkan kedaulatan Palestina. Sebagaimana dilansir Aljazira, isi kesepakatan tersebut dilaporkan surat kabar Amerika the Washington Post. 

Salah satu sumber yang dekat dengan rencana tersebut mengatakan kesepakatan itu berjanji untuk meningkatkan taraf kehidupan rakyat Palestina. Tetapi, rencana itu tidak menjamin keamanan negara Palestina.

Gedung Putih diharapkan mengumumkan kesepakatan yang sudah lama ditunggu pada 2018. Kesepakatan tersebut dipimpin oleh menantu Presiden Amerika Donald Tramp, Jared Kushner.

Sementara itu, pemerintah Amerika masih merahasiakan rincian rencana kesepakatan tersebut. Washington Post melaporkan komentar Kushner dan pejabat-pejabat Amerika lainnya mengisyaratkan kesepakatan itu akan ‘menghilangkan status kenegaraan sebagai landasan upaya perdamaian’.

Kemungkinan besar kesepakatan itu akan menititikberatkan pada keamanan Israel seputar proposal pembangunan infrastruktur dan industri, terutama di Jalur Gaza. Agar rencana itu sukses atau bahkan melewati gerbang awal, setidaknya diperlukan persetujuan awal dari Israel dan Palestina serta negara-negara Teluk Arab. Para pejabat Amerika mengatakan negara-negara Teluk akan diminta untuk membantu mendanai rencana itu.

Para pakar berpendapat kemungkinannya sangat kecil bagi Kushner untuk berhasil. Amerika serikat sudah gagal mendamaikan kawasan itu sejak Perjanjian Oslo pada 1993.

Pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah Palestina berkali-kali menggagalkan upaya perdamaian. Tramp yang memiliki hubungan lebih baik dengan Israel dibandingkan pemerintahan-pemerintahan sebelumnya bahkan sudah mengakui Yerussalem sebagai ibu kota Israel pada tahun lalu.

Ia memindahkan kedutaan besar Amerika dari Tel Aviv ke Yerussalem yang merusak kebijakan luar negeri Amerika selama beberapa dekade. Sebab, status Yerussalem menjadi titik konflik Israel-Palestina.

%d blogger menyukai ini: