Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Didin Hafidhuddin menolak upaya stigmatisasi radikal terhadap umat Islam khususnya kepada generasi muda. Menurut Didin, dalam beberapa tahun belakangan muncul isu radikalisme di kalangan sekolah khususnya diarahkan ke kegiatan Rohis dan Organisasi Siswa Intra Sekolah, termasuk di kalangan mahasiswa. Ada pihak-pihak yang menyatakan bahwa sejumlah perguruan tinggi dianggap telah terpapar paham radikalisme. Hal ini sebagaimana diungkapkan Didin kepada media hari kemarin.

Menurutnya, predikat radikal itu justru disematkan kepada mereka yang keislamannya baik. Ada faktor yang membuat gembira, yaitu meningkatnya semangat anak-anak muda untuk belajar Islam, menghafal Alquran, ini satu kondisi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Oleh karena itu, Ketua Umum Badan Kerjasama Pondok Pesantren se-Indonesia itu berpesan kepada umat Islam untuk tidak terlalu peduli dengan stigma radikal. Sebaliknya, Didin mengatakan justru mereka juga melakukan sesuatu yang bersifat radikal kepada umat Islam. (suaraislam.id/admin)

%d blogger menyukai ini: