Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesi Didin Hafidhuddin menyatakan perlunya disosialisasikan kembali Fatwa MUI tentang haramnya Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalisme atau biasa disingkat Sepilis. Hal tersebut untuk menyikapi berbagai persoalan saat ini seperti munculnya disertasi seks di luar nikah, film The Santri dan lain sebagainya.

Fatwa MUI tentang sepilis mengharamkan pemahaman-pemahaman yang menyimpang dari ajaran agama. Seperti pluralisme yang menyatakan tidak ada kebenaran absolut sehingga semua agama sama, kemudian sekularisme yaitu paham yang memisahkan agama dari kehidupan. Sementara liberalisme, pemahamanan yang memuja kebebasan sehingga tidak jarang menabrak aturan agama. Hal ini sebagaimana diungkapkan Kiai Didin kepada media ahad kemarin.

Oleh karena itu, pihaknya berharap, khususnya kepada anggota dewan yang akan dilantik untuk lebih teliti dalam urusan perundang-undangan. Didin juga menegaskan Anggota Dewan harus punya nurani dan harus punya tauhid sehingga Agama tidak dipertentangkan dengan dasar negara.

sumber: suara islam

%d blogger menyukai ini: