Wali Kota Depok, Mohammad Idris menegaskan kembali bahwa pihaknya tidak akan mundur dalam melakukan pencegahan maupun penindakan terhadap perilaku LGBT.

Dia juga berjanji akan memberdayakan mereka yang menyimpang sehingga kembali kepada jalan yang benar. Jika mereka sulit diberdayakan, lanjut Idris, maka pihaknya terpaksa melakukan penindakan.

Menurut idris, penindakan ini tidak hanya untuk pelaku LGBT, tetapi seluruh tindakan yang melanggar norma, baik norma negara, etnis bangsa, agama akan ditertibkan.

Mengenai kritikan yang dilayangkan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM, Idris mengatakan dirinya belum tahu hal apa yang dimaksud. Idris juga mengaku belum mendapat surat penolakan razia LGBT dari Komnas HAM.

Idris mengungkapkan, razia LGBT itu merupakan sikap yang dilakukan oleh Pemerintah Depok menyusul terjadinya kasus perkosaan sesama jenis yang dilakukan oleh Reynhard Sinaga, di Inggris. Diketahui pelaku adalah warga Indonesia yang berasal dari Depok.

Menurut Idris, jika apa yang dilakukan pihaknya dianggap mengganggu privasi, maka semua pihak punya hak secara pribadi. Tetapi Idris menekankan bahwa hak pribadi jangan sampai mengganggu hak pribadi orang lain dan merusak norma dan ketentraman dalam bermasyarakat. (arrahmah.com/admin)

%d blogger menyukai ini: