Wakil Menteri Agama yang baru saja dilantik, Zainut Tauhid Sa’adi, setelah pelantikannya sebagai Wamenag juga menyinggung soal radikalisme yang dinilainya sebagai persoalan yang kompleks. Wamenag yang masih menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia ini mengatakan, radikalisme juga bisa bersumber dari masalah sosial, ekonomi, dan ketidakadilan.

Menurut Wamenag Zainut, penanganan radikalisme merupakan sesuatu yang sangat penting. Karena masyarakat Indonesia tentu ingin menjadi bangsa yang rukun, menjunjung tinggi nilai-nilai keadaban, kesusilaan, keagamaan. Sehingga menurutnya, setiap tindakan dan gerakan yang di luar nilai-nilai itu, perlu diwaspadai. Menurutnya permasalahan ini harus bisa diurai dengan baik dan dicarikan solusinya secara tepat.

Sementara Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsuddin mengkritisi arahan Presiden kepada Menag agar mengatasi radikalisme. Ia menilai arahan untuk mengatasi radikalisme tersebut tendensius.

Sebab, jelas Din, radikalisme, yang ingin mengubah akar kehidupan kebangsaan tidak hanya bermotif keagamaan, tapi juga bersifat politik dan ekonomi. (hidayatulloh.com/admin)

%d blogger menyukai ini: