Pernahkan kita berdagang dan kemudian mendapatkan keuntungan 10 kali lipat? Jika yang 10 kali lipat ditolak maka alangkah meruginya jika kita menolak keuntungan 700 kali lipat yang dijanjikan oleh Alloh

Sungguh ini merupakan kabar gembira ketika kita bersedekah hanya mengharap ridha dari Alloh kita akan mendapat gantinya hal serupa tujuh ratus kali lipat. Jika kita wakafkan satu rumah untuk majelis taklim. Allah akan mengembalikan 700 rumah kepada kita. Jika kita wakafkan sebuah mobil untuk dakwah fii sabiilillah maka Allah akan membalas dengan 700 semisal yang kita wakafkan.

Allah berfirman dalam quran surat al-Baqarah ayat 261, “Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai pada setiap tangkai ada seratus butirr. Allah melipatgandakan ganjaran bagi siapa saja yang Dia kehendaki Dan Allah Maha Luas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui”.

Begitulah janji Allah kepada orang yang berinfak dengan niat yang ikhlas karena Allah semata Dan infaknya pun disalurkan kepada tempat yang benar kepada orang-orang yang berhak. Rasulullah mengajarkan perihal ini kepada para sahabatnya. Bahkan kepada Bilal yang termasuk kalangan sahabat yang fakir secara finansial. Rasulullah bersabda “Wahai Bilal berinfaklah! Jangan takut kekurangan dari Dzat yang mempunyai langit”.

Jika Bilal yang miskin saja dianjurkan untuk berinfak oleh Rasulullah bagaimana dengan sahabat yang mampu dalam segi finansial dan kaya raya?

Dalam salah satu hadits riwayat Bukhari Muslim Rosululloh mengingatkan agar kita berlindung dari api neraka walau pun dengan sedekah separuh kurma:

اِتَّقُوْا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ

“Berlindunglah kalian dari api neraka walaupun dengan separuh kurma”.

Sedekah adalah salah satu amal yang sangat mulia di sisi Alloh Hadits Rosululloh ini menunjukkan betapa agungnya pahala sedekah Ia dapat mencegah dan melindungi orang yang bersedekah dari dahsyat dan panasnya siksa api neraka. Padahal panas api neraka 70 kali lipat dibandingkan panas api dunia. Panas yang tak terkira dan tak ada satupun manusia yang mampu bertahan dari siksa yang demikian pedih kita memohon perlindungan kepada Alloh dari siksa neraka.

Anjuran bersedekah bukan saja ditujukan kepada kaum lelaki Rasulullah bahkan berwasiat secara khusus kepada kaum perempuan. Saat bertemu dengan Asma’ beliau bersabda “Berinfaklah dan janganlah kamu menghitung-hitung hartamu karena Allah juga akan menghitung-hitung rezeki-Nya untukmu. Dan janganlah engkau bakhil dengan hartamu karena Allah juga akan bakhil kepadamu”. (Hadis Riwayat Bukhari)

Pada kesempatan lain setelah selesai shalat Idul Adha di sebuah tanah lapang Rasulullah berseru

يَامَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ وَأَكْثِرْنَ مِنَ اْلاِسْتِغْفَارِ . فَإنِّيْ رَأَيْتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ

“Wahai para wanita bersedekahlah dan perbanyaklah istighfar Sesungguhnya aku melihat bahwa mayoritas kalian akan menjadi penghuni neraka”.  (Hadis Riwayat Ibnu Majah)

Mereka pun bertanya “Ya Rasulullah mengapa hal itu bisa terjadi?” Rasulullah menjawab “Karena kalian sering melaknat dan mengingkari pemberian suami Aku tidak pernah melihat golongan yang lemah akal dan agamanya namun dapat menghilangkan kejernihan akal seorang lelaki yang teguh selain dari kalian wahai para wanita”.

Setelah mendengar anjuran sedekah tersebut para wanita itu segera melepas anting-anting dan cincin mereka Para shahabiyah itu bersegera menunaikan anjuran Rasulullah untuk bersedekah Kemudian Rasulullah pergi Sesampai di rumah datanglah Zainab istri Abdullah bin Mas’ud Ia meminta izin untuk bertemu Salah seorang istri beliau pun berkata “Wahai Rasulullah ini ada Zainab” Kemudian Rasulullah bertanya “Zainab siapa?” “Zainab istri Abdullah bin Mas’ud” jawab istri beliau Rasulullah berkata “Izinkan ia masuk”.

Setelah masuk Zainab berkata “Wahai Nabi Allah hari ini Engkau telah menyuruh kami untuk bersedekah dan aku mempunyai perhiasan yang ingin aku sedekahkan namun Ibnu Mas’ud beranggapan bahwa ia dan anak-anaknya yang lebih berhak menerima sedekahku” Rasulullah bersabda “Ibnu Mas’ud benar Suamimu dan anak-anakmu adalah orang-orang yang paling berhak menerima sedekahmu” (Hadis Riwayat Tirmidzi)

Begitulah para wanita di zaman Rasululllah Mereka bersegera jika melihat peluang untuk beramal dan berbuat kebajikan Tidak berpikir dua kali Sungguh beda dengan kita meski setiap hari melihat korban bencana di televisi dan membaca berita bayi-bayi menderita busung lapar di koran semua itu tidak menggerakkan tangan kita untuk mengulurkan bantuan Masih asyik dengan hobi kita bershopping ria ke mall-mall.

Mari kita berlomba-lomba dengan memperbanyak sedekah seraya berharap agar Alloh  menerimanya dan menjadikan amal-amal tersebut sebagai salah satu pemberat timbangan kita di akhirat kelak. Demikianlah pembahasan kali ini semoga menjadi motivasi kita untuk selalu bersedekah. Wallohua’lam.

%d blogger menyukai ini: