Saat Perdana Menteri Pakistan Imran Khan berupaya di jalur diplomasi, warga Kashmir di wilayah Pakistan tampaknya tak sabar dengan apa yang dihadapi orang Kashmir di wilayah india. Mereka mengancam akan menyerbu perbatasan Kashmir India dan Kashmir Pakistan atau dikenal sebagai Line of Control.

Habib Urhman Afaqi, presiden partai politik Jamaat-e-Islami, di wilayah Kotli, Kashmir wilayah pakistan mengatakan bahwa jika tidak ada perkembangan orang Kashmir pakistan akan menghancurkan batas yang menghalangi dua wilayah. Hal ini sebagaimana diungkapkan Habib Urhman Afaqi kepada media.

Ia mengklaim, dengan bantuan media sosial, puluhan ribu orang akan segera berkumpul untuk melakukan aksi. Sejumlah orang di Kashmir Pakistan atau dikenal sebagai Azad Kashmir mengatakan, ada ribuan orang yang siap menyerbu Line of kontrol untuk membantu warga Kashmir India.

Namun, pada Kamis kemarin, media menyebutkan tidak ada tanda-tanda pergerakan orang di Muzaffarabad, yaitu ibu kota Azad Kashmir yang jaraknya hanya sekitar 30 kilometer dari Line of control.

Sementara itu, para pemimpin politik daerah mengatakan, mereka masih akan menanti hingga Khan berpidato di Sidang Majelis Umum PBB pada hari ini. Khan memang meminta warga Pakistan untuk tenang dan menahan diri, sementara ia akan menyampaikan pidatonya dalam Sidang Majelis Umum PBB.

Kashmir terbagi menjadi wilayah India dan Pakistan. Line of control merupakan garis depan konflik dua Kashmir yang paling dimiliterisasi di dunia. Garis demarkasi tersebut menjadi batas yang disepakati dalam gencatan senjata yang dimediasi PBB. (internasional.republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: