Aparat penjajah Israel dan unit Yoav dari Otoritas Pembangunan Negev pada Senin kemarin kembali menghancurkan desa al-Araqib yang tidak diakui oleh Israel untuk yang ke 157 kalinya. Mereka menggusur tenda-tenda yang didirikan warga Palestina sebagai tempat tinggal.

Kamis sebelumnya, polisi Israel dan unit Yoav menyerbu desa Araqib dan menghancurkan desa tersebut untuk yang ke 156 kalinya. Hari selasa selanjutnya pasukan penjajah Zionis Israel juga menyerbu dan menghancurkan desa tersebut untuk yang ke-155 kalinya.

Selama berbulan-bulan, warga desa Araqib sudah terbiasa menghadapi proses pembongkaran yang dilakukan unit Yoav yang menarik tenda-tenda, barang-barang dan properti warga dengan kendaraan roda empat mereka.

Pihak berwenang Israel terus memburu dan mengejar penduduk desa Araqib setiap hari. Pekan lalu, pihak berwenang penjajah Israel menangkap seorang ibu, Hajjah Um Ashraf, saat pembongkaran desa Araqib, juga menangkap Sheikh Sayyah al-Turi dan putranya Aziz al-Turi. Mereka juga memanggil sejumlah anak dan remaja untuk menjalani pemeriksaan.

Dalam rangka menekan penduduk Araqib, Israel memberlakukan denda senilai 400 ribu dolar pada penduduk desa tersebut untuk biaya pembongkaran dan evakuasi rumah. denda tersebut dibebankan dengan dalih warga desa telah menempati tanah publik yang dimiliki oleh negara. (suaraisla.id/admin)

%d blogger menyukai ini: