Hujan deras di awal tahun 2020 menyebabkan banjir dan longsor di beberapa wilayah Indonesia, seperti di Jabodetabek hingga Banten. Atas musibah tersebut, warga Palestina di Gaza mengumpulkan dana bantuan dan disalurkan untuk korban bencana banjir di Indonesia.

Aktivis Indonesia yang bertugas di Palestina dari Yayasan Nusantara Palestina Center, Abdillah Onim, mengatakan, bencana banjir kali ini di Indonesia turut menyisakan luka yang mendalam bagi warga Palestina di Gaza. Aksi pengumpulan dana dilakukan warga Gaza semata-mata bentuk kecintaan dan persaudaraan yang erat dengan Indonesia.

Abdillah mencatat dari berbagai informasi yang ia himpun, wilayah yang terdampak parah akibat banjir bandang adalah Desa Sajirah Mekar yang terletak di Kabupaten Lebak, Banten. Sedikitnya, 98 rumah, dua mushala, satu pesantren, dan 58 hektare lahan pertanian rusak diterjang banjir.

Menyikapi musibah banjir tersebut, lanjutnya, para aktivis kemanusiaan membuka posko bantuan darurat dan pengungsian terhadap warga yang terdampak banjir bandang, tak terkecuali masyarakat Palestina.  Meski warga Palestina masih hidup dalam suasana terjajah oleh Israel, namun semangat mereka tetap memberikan rasa empati dan tali ukhuwah kepada warga Indonesia yang terdampak banjir.

Adapun bantuan dari warga Palestina tersebut didistribusikan kepada warga Banten yang difasilitasi oleh Nusantara Palestina Center senin kemarin. Diharapkan, bantuan tersebut dapat meringankan beban hidup masyarakat korban bencana banjir di Desa Sajira Mekar, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten.

https://khazanah.republika.co.id

%d blogger menyukai ini: