Ribuan orang di Provinsi Idlib, Suriah melarikan diri ke perbatasan Turki dalam eksodus besar-besaran warga sipil. Mereka menghadapi serangan militer baru yang sengit oleh rezim Bashar al-Assad dan sekutu Rusia-nya. Sebanyak 30 ribu orang telah meninggalkan daerah di sekitar kota Maarat al-Numan setelah empat hari serangan udara.

Maarat al-Numan berada di jalan raya M5 yang strategis. Wilayah itu ditentukan Assad untuk membuka kembali rute yang menghubungkan ibu kota, Damaskus, dengan kota Aleppo.

Kegiatan militer selama beberapa hari terakhir juga menjadi serangan yang berbahaya.  Serangan berlanjut pada Selasa kemarin meskipun ada jeda. Mereka yang mampu membeli bahan bakar telah melarikan diri dengan mobil, sepeda motor, dan truk-truk. Warga juga sering kali hanya mengambil apa yang dapat mereka bawa karena kekhawatiran serangan dadakan.

Pengawas dan saksi mata mengatakan, setidaknya 12 warga sipil telah tewas pekan ini ketika jet-jet udara Rusia dan Suriah telah menargetkan konvoi sipil.

Setidaknya 100 orang telah tewas sejak serangan darat dimulai pekan lalu. Korban termasuk lima anak yang tewas setelah rudal menghantam sebuah sekolah yang melindungi orang-orang terlantar di desa Jobas pada  Selasa.

https://internasional.republika.co.id

 

%d blogger menyukai ini: