Warga di kota-kota besar dan kecil di Idlib, Jumat kemarin turun ke jalan menolak Komisi Konstitusi Suriah yang diumumkan Sekretaris Jendral PBB Antonio Guterres, pekan lalu. Warga menilai komisi itu hanya untuk mendukung  rezim Assad.

Portal berita lokal Suriah, melaporkan bahwa aksi turun ke jalan ini datang untuk menyambut seruan para aktivis dalam beberapa hari terakhir. Para aktivis oposisi Suriah menyeru aksi dan demonstrasi warga di bawah slogan bahwa komisi konstitusi suriah mengkhianati revolusi.

Di setiap kota, aksi diikuti sekitar ratusan warga. Di antara kota yang menjadi saksi demonstrasi pada Jumat itu, Idlib kota, Sarmada, Kelly dan Kuftharim. Para demonstran meneriakkan slogan-slogan yang menolak Komisi Konstitusi Suriah, dan menuntut lengsernya rezim Assad dan penghentian kampanye militer di provinsi Idlib.

Antonio Guterres, mengumumkan pada Senin lalu, selesainya pembentukan Komisi Persiapan Konstitusi di Suriah secara resmi setelah persetujuan dari oposisi dan rezim Suriah. Ia menunjukkan bahwa pekerjaan komisi akan dimulai dalam beberapa pekan ke depan, di bawah pengawasan PBB.

Pembentukan komisi ini ditolak oleh oposisi Suriah, karena mereka menganggap bahwa penulisan Konstitusi baru Suriah nanti akan berada di bawah dominasi Rusia.

Provinsi Idlib saat ini dalam masa gencatan senjata, yang diumumkan oleh Rusia dan rezim Suriah dua minggu lalu secara sepihak.

Sejak dua pekan lalu hingga kemarin, Idlib menjadi saksi aksi protes besar-besaran mendukung berlanjutnya revoluasi. Aksi itu juga digelar hingga perbatasan Suriah-Turki, dari penyeberangan Atma dan Bab al-Hawa. (kiblat.net/admin)

%d blogger menyukai ini: