Al-Jazeera melaporkan ratusan warga Afrika Tengah, Senin Senin kemarin, menggelar aski unjuk rasa di ibukota Bangui mendesak unusan PBB meninggalkan negeri mereka. Para utusan itu dituding tak mampu melindungi sipil, bahkan pada kenyataannya sering terlibat pembantaian.

Dalam aksi ini, warga sipil Afrika membawa poster bertuliskan anti PBB. Aksi semakin panas setelah demonstran melempari pasukan keamanan setempat dengan batu. Polisi membalas dengan melepaskan peluru tajam ke udara.

Seorang warga sipil dilaporkan terluka dalam aksi itu. Namun belum diketahui penyebab hal itu, apakah terkena peluru atau yang lain.

Sebelumnya organisasi masyarakat sipil, yang mengkoordinir aksi tersebut, menyerukan aksi mogok masal pada hari Senin sebagai aksi mendesak PBB meninggalkan negera mereka. Seruan ini disambut baik sekitar sejuta jiwa yang mogok kerja pada keesokan harinya.

 

Bangui

%d blogger menyukai ini: