Setidaknya lebih dari 70 anak-anak di Yaman, yang dilanda perang, telah meninggal karena penyakit  demam berdarah. Hal ini diungkapkan organisasi  Save the Children pada Selasa kemarin.  Sementara itu lebih dari 50 ribu kasus yang diduga tercatat di seluruh negeri.

Save the Children mengatakan bahwa hampir 200 orang telah meninggal di Yaman tahun lalu karena penyakit yang berhubungan dengan demam berdarah, dengan sebagian besar kasus dilaporkan terjadi di kota-kota pelabuhan Hudaidah dan Aden.

Menurut Palang Merah pada bulan November, Yaman sudah bergulat dengan epidemi penyakit virus, yang ditularkan oleh beberapa spesies nyamuk yang berkembang biak di air yang tergenang. Puluhan ribu orang, sebagian besar warga sipil, telah terbunuh dan jutaan orang terdesak kelaparan sejak koalisi militer pimpinan Saudi melakukan intervensi terhadap pemberontak Syiah Houtsi pada 2015.

PBB mengatakan 22 juta dari 25 juta penduduk Yaman membutuhkan bantuan kemanusiaan sebagai akibat dari konflik.

https://www.arrahmah.com

%d blogger menyukai ini: