Kota Tijuana di Meksiko menjadi lokasi tujuan migran Muslim dari Afrika dan Timur Tengah. Para pencari suaka dari Suriah beserta para migran dari Togo, Somalia, dan Ghana datang bersama keluarganya untuk tinggal sementara.

Untuk membantu para migran dan korban deportasi itu, sekelompok perempuan yang tergabung dalam Latina Muslim Foundation telah mengumpulkan sejumlah dana. Uang itu akan dipergunakan untuk membangun pusat perlindungan bagi para migran.

Pendiri Latina Muslim Foundation, Sonia Garcia, memaksudkan tempat penampungan itu sebagai pusat komunitas yang memfasilitasi para migran. Ada layanan sosial, perawatan medis, dan ruang untuk beribadah.

Perempuan kelahiran Meksiko itu dibesarkan sebagai penganut Katolik tetapi kini telah memeluk agama Islam. Bersama mualaf lainnya yang tergabung dalam yayasan, mereka membawa sumbangan dari anggota Islamic Center of San Diego melintasi perbatasan. Garcia dan rekan-rekannya tidak ingin saudara Muslim telantar. (khazanah.republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: