Yordania memanggil pulang duta besarnya untuk Israel. Hal itu dilakukan sebagai respons atas penahanan dua warganya yang dianggap sewenang-wenang oleh Tel Aviv. Hal ini sebagaimana diungkapkan Menteri  Luar Negeri Yordania Ayman al-Safadi pada Rabu kemarin.

Dia mendesak otoritas Israel segera membebaskan dua warganya. Al-Safadi menyatakan siap mengambil langkah-langkah hukum serta diplomatik yang diperlukan untuk memastikan mereka kembali dengan selamat.

Warga jordania bernama Labadi ditangkap pada akhir Agustus di persimpangan Allenby antara Yordania dan Tepi Barat yang diduduki. Hingga kini dia belum secara resmi didakwa. Labadi pun telah melakukan mogok makan selama sebulan untuk memprotes penahanannya.

Boulos mengatakan para penyidik Israel bahkan meludahi Labadi dan mengancam akan menangkap saudara perempuan dan ibunya. Semua cara penyiksaan dan penindasan digunakan untuk memaksanya menandatangani pengakuan yang memberatkan. Tapi meskipun diselidiki dengan kejam, Labadi tak mengaku.

Selain labadi, ada pemuda bernama Miri juga ditangkap di persimpangan Allenby pada 2 September. Dia ditahan saat hendak menghadiri acara pernikahan kerabatnya di Tepi Barat. Hingga kini Israel belum memberikan alasan penahanan Labadi dan Miri. Saat ini terdapat 25 warga Yordania yang dipenjara oleh otoritas Israel. (internasional.republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: