Sekitar 350 ribu orang telah telantar akibat konflik yang sedang berlangsung di Yaman pada tahun 2019. Hal tersebut sebagaimana diungkapkan PBB.

Dalam sebuah twit, Organisasi Internasional untuk Migrasi PBB mengatakan bahwa Matriks Pelacakan Pemindahan tubuh mencakup lebih dari 42 ribu situs, untuk membantu memahami kebutuhan, jumlah, lokasi, dan kondisi populasi di Yaman, termasuk pengungsi, pengungsi yang kembali dan migran.

Ditemukan bahwa pada tahun 2019 saja, sekitar 350 ribu orang mengungsi di Yaman.

Menurut angka PBB Perang Yaman telah berkecamuk selama lima tahun dengan hampir 100 ribu orang tewas dalam proses itu.

Konflik pecah setelah teroris Syiah Hutsi menguasai ibukota Shon’a dan kantor-kantor pemerintah di sana pada tahun 2014. Hal tersebut memaksa otoritas yang didukung internasional untuk pindah ke kota selatan Aden. Koalisi Arab yang didukung Saudi melakukan intervensi berbulan-bulan kemudian untuk membalikkan posisi Hutsi.

Sampai saat ini hanya ada sedikit kemajuan untuk tujuan ini dan kedua belah pihak telah dituduh melakukan “kejahatan perang” oleh PBB dan kelompok hak asasi lainnya.

sumber: arrahmah

%d blogger menyukai ini: