Alhamdulillah atas ijin Allah acara kajian rutin di Masjid syekh kholid al asyimi Jl. Nagrak Cangkuang, kampung Rancamekar Rt 002 / Rw 010 desa Cangkuang, kec Cangkuang (Banjaran), Kab Bandung pada tanggal 4 september 2015 berjalan dengan lancar. kajian ini terbuka untuk umum baik untuk warga disekitar komplek juga untuk orang jauh yang ingin ikut kajian, baik ikhwan maupun akhwat, GRATIS. Pada kesempatan ini ustad Miftah membahas ada apa dengan SELFIE. Berikut isi kajiannya :

Sepenggeal Fenomena…

Apa sih yang disebut dengan selfie..? berdasarkan beberapa data yang ada makna selfie itu ternyata berasal dari bahasa Inggris yaitu dari kata Self Potrait yang artinya mengambil foto sendiri menggunakan kamera /Hp sendiri tanpa bantuan orang lain. Kegiatan selfi ini pun akhirnya sudah menjadi kegiatan yang lumrah dilakukan oleh semua orang baik pria atau wanita, pelajar atau pengusaha. Anak remaja hingga dewasa, dari pedagang es cendol hingga esmud asal ada moment atau tempat yang dianggap asing atau bagus.. tinggal bawa Hp atau kamera lalu klik dech sepuas hati.

Namun…. Dibalik kelumrahan ini, kebiasaan selfi alias foto sendiri itu ternyata menyimpan cerita yang sangat memilukan. Berapa banyak manusia yang mati setelah Selfie.ya… kematian memang hanya Alloh yang tahu, oleh karena itu kita harus senantiasa ekstra hati-hati takut-takut kita mati dalam keadaan bermakisat kepada Allah swt, waliyadzubillah.

Ok… back to Selfie.

Sudah seharusnya kejadian demi kejadian yang terjadi disekitar kita haruslah menjadi sebuah pelajaran dan renungan bagi kita semua. Terutama bagi seorang muslim, sebab kehidupan seorang muslim akan menjadi cermin bagi seorang muslim yang lainnya.

Termasuk kegiatan selfie ini, haruslah menjadi renungan bagi kita semua. Apa manfaat dan tujuan dari kegiatan berfoto diri itu? Seperti yang telah disinggung diatas banyak kisah yang memilukan dari kegiatan selfi ini. Ada seorang wanita muda berumur 18 tahun tewas tersengat listrik gara-gara dia ingin mengambil gambar dirinya diatas gerbong kereta api. Ada juga seorang mahasaiswa pencita Alam, yang ingin diabadikan diatas puncak gunung merapi, walhasil dia harus terjatuh kedalam kawah yang mendidih itu. Ada juga yang aneh dan tidak masuk diakal seorang perawat berfoto ria didepan orang yang sedang sakaratul maut, astagfirulloh aladzim. Dan masih banyak lagi fenomena-fenomena yang memiriskan hati yang dilakukan pasa saat selfie ini.

Selfie dari sudut pandang medis

Hasil penelitian The Ohio State University patut dicermati. Mereka mengatakan, pria yang suka mem-posting foto selfie-nya memiliki kecenderungan sifat narsisme dan psikopat yang tinggi.
Penelitian tersebut melibatkan survei kebiasaan 800 pria di media sosial.
“Pada dasarnya semua orang tahu bahwa pria yang suka melakukan selfie memang memiliki tingkat narsisme yang tinggi, namun kali ini kami berhasil membuktikan hal tersebut secara ilmiah. Tidak hanya itu, kami juga menemukan perilaku lainnya, seperti tingkat anti-sosial, serta psikopat yang tinggi pada pria yang suka melakukan selfie,” ujar Jesse Fox, asisten komunikasi profesor The Ohio State University yang juga memimpin penelitian tersebut.

Selama beberapa dekade psikolog telah menempatkan cermin di laboratorium untuk memahami apa yang terjadi secara psikologis ketika kita melihat diri sendiri. Hal pertama adalah tentang kesadaran mengenai kondisi diri sendiri, kedua adalah perbandingan yang terjadi di dalam diri.

Dalam sebuah penelitian diketahui, perempuan yang mengenakan baju renang di depan cermin dilaporkan merasa malu pada kondisi tubuhnnya. Pada akhirnya ia menahan pola makannya. Hal ini dilakukan dalam era sebelum kebiasaan selfie eksis. Tapi,  W Keith Campbell, penulis “The Narcissism Epidemic” dan profesor psikologi di University of Georgia, menduga hasilnya akan sama sekarang setelah eranya selfie. Sebab, keduanya terkait dengan ketidakpercayaan diri serta potensi yang menimbulkan efek kerusakan meski itu dilakukan untuk membuat seseorang tampil lebih baik secara fisik.

Begitu sempurna agama islam yang mengajarkan umatnya untuk berdoa ketika saat mau berkaca

Selfie dalam sudut pandang syariat agama

Selfie sudah jelas perkara yang baru. Tapi bukan bidah yang dianggap sesat menyesatkan tentunya. kegiatan ini sebenarnya termasuk kedalam hal yang mubah-mubah saja, seperti kegiatan makan, minum dan tidur. Namun apabila dilakukan secara berlebihan sampai menabrak batas syariat agama, Nah ini yang kebablasan.

Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa makna selfie itu sendiri adalah memoto diri sendiri. Oleh karena itu perlu dijelaskan terlebih dahulu tentang hukum foto itu sendiri. Ada beberapa pendapat ulama berkaitan tentang foto. Ada yang membolehkan ada pula yang mengharamkan. Foto tidak diperbolehkan kecuali pada batas-batas tertentu yang dianggap darurat seperti memasang foto dalam KTP, SIM, Pasport dan kepentingan-kepentingan lainnya yang dianggap ada manfaatnya.

Bottom of Form

Ini adalah pendapat masyaikh: Muhammad bin Ibrahim, Abdul Aziz bin Baaz, Abdurrazzaq Afifi, Al-Albani, Muqbil bin Hady, Ahmad An-Najmi, Rabi’ bin Hadi, Saleh Al-Fauzan, dan selainnya rahimahumullah.

Pendapat kedua: Boleh karena yang dibuat dengan alat bukanlah merupakan gambar hakiki, karenanya dia tidak termasuk ke dalam dalil-dalil yang mengharamkan gambar. Ini adalah pendapat masyaikh: Muhammad bin Saleh Al-Utsaimin, Abdul Aziz bin Abdillah Alu Asy-Syaikh, Abdul Muhsin Al-Abbad, dan selainnya rahimahumullah. Sebelumnya seperti yang kita ketahui bersama bahwa hukum menggambar mahluk yang bernyawa itu sendiri memang tidak boleh, Karena dia disembah selain Allah. Ini berdasarkan hadits Aisyah radhiallahu anha dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda tentang gambar-gambar yang ada di gereja Habasyah:
إِنَّ أُولَئِكَ إِذَا كَانَ فِيهِمْ الرَّجُلُ الصَّالِحُ فَمَاتَ بَنَوْا عَلَى قَبْرِهِ مَسْجِدًا وَصَوَّرُوا فِيهِ تِلكَ الصُّوَرَ فَأُولَئِكَ شِرَارُ الْخَلْقِ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Mereka (ahli kitab), jika ada seorang yang saleh di antara mereka meninggal, mereka membangun masjid di atas kuburnya dan mereka menggambar gambar-gambar itu padanya. Merekalah makhluk yang paling jelek di sisi Allah pada hari kiamat.” (HR. Al-Bukhari no. 427 dan Muslim no. 528) Juga berdasarkan hadits Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:
إِنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمُصَوِّرُونَ

“Sesungguhnya manusia yang paling keras siksaannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah para penggambar.” (HR. Al-Bukhari no. 5950 dan Muslim no. 2109)

Dalil ini diperkuat oleh firman Alloh swt

هُوَ الَّذِي يُصَوِّرُكُمْ فِي الْأَرْحَامِ كَيْفَ يَشَاءُ ۚ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Ali Imran [3];6)

Ayat ini sangat jelas bahwa yang berhak membentuk dan menciptakan mahluk adalah Alloh Swt.

Penulis mengambil pendapat ulama yang kedua, yaitu diperbolehkannya foto asal tidak untuk hal-hal yang melanggar syariat. Apalagi seperti foto-foto dokumentasi untuk kepentingan dakwah, seperti memfoto kegiatan pembagian sembako kepada fakir miskin, khitan masal dan yang semisalnya. Nah, Selfie akan mendatangkan mudharat bahkan dosa apabila …

  1. Selfie mendatangkan Fitnah

Selfie mengundang fitnah maksudnya adalah seorang wanita yang memasang foto wajahnya dan disebar kepada media lainnya. Apalagi wanita itu berhias secara berlebihan alias bertabaruj ria. Baik wanita yang tanpa jilbab bahkan wanita yang berjilbab sekalipun apabila memfoto dirinya membuat orang yang melihatnya menjadi tergoda bahkan ada hasrat buruk dalam benaknya maka hal ini tidak diperbolehkan.

Berkaitan dengan tabaruj, seperti dalam firman Alloh Swt, dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait[1217] dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS.Al-Ahzab [33];33)

Sudah jelas bertabaruj merupakan perbuatan dosa. Hal ini didukung beberapa dalil berikut ini, Rasulullah saw bersabda :

كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ إِلاَّ مَنْ أَبَى، فَقَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ مَنْ يَأْبَى؟ قَالَ: مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى

“Setiap umatku akan masuk surga kecuali yang tidak mau.” Mereka (sahabat) bertanya, “Ya Rasulullah, siapakah yang tidak mau?” Beliau bersabda, “Barangsiapa taat kepadaku akan masuk surga dan barangsiapa bermaksiat kepadaku ia orang yang tidak mau.” (H.R. Bukhari)

Bertabaruj bagi wanita merupakan dosa yang terang-terangan menantang syariat hijab yang Alloh swt tetapkan. Artinya dia terang-terangan tidak taat kepada Alloh swt, orang yang tidak taat berarti konsekunsinya adalah neraka, waliyadzubillah.

Karena kedua hal ini merupakan sarana paling kuat terhadap perbuatan zina. Di riwayat yang shahih dari Ahmad diceritakan bahwa Umaimah binti Raqiqah datang kepada Rasulullah saw. Untuk berbaiat kepada beliau dalam membela Islam. Beliau bersabda,

أُبَايِعُكَ عَلَى أَنْ لاَ تُشْرِكِي بِاللهِ شَيْئًا، وَلاَ تُسْرِقِي، وَلاَ تَزْنِي، وَلاَ تَقْتُلِي وَلَدَكِ وَلاَ تَأْتِي بِبُهْتَانٍ تَفْتَرِيْنَهُ بَيْنَ يَدَيْكَ وَرِجْلَيْكِ وَلاَ تَنُوْحِي وَلاَ تَتَبَرَّجِي تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأُوْلَى

“Aku membaiatmu agar kamu tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anakmu, tidak melakukan kebohongan dari hadapanmu (karena perbuatan lisan dan kemaluan), tidak meratapi (orang mati), dan tidak tabarruj dengan tabarruj jahiliyah pertama.” (H.R. Bukhari)

Ada pesan yang tersirat dalam sabda nabi tersebut, bahwa dosa tabaruj adalah pangkal dari dosa dosa yang lainnya. Sebab dari tabaruj akan mendatangakn dosa lainnya salah satunya adalah zina. Baik zina mata atau zina hati.

 

  1. Selfie dengan tujuan Ria atau sombong

Jika selfie diniatkan untuk pamer, maka lebih baik jangan dilakukan. Hari ini berapa banyak orang yang pamer dengan selfie, baik pamer kecantikan, kegagahan, kekayaan bahkan ada juga yang pamer pada saat ibadah. Misalnya difoto didepan kabah, atau difoto ketika sedang shalat disalah satu masjid. Foto-foto seperti itu ditakutkan akan mengurangi rasa keikhlasan kita kepada Alloh swt,

Dan kita tahu bahwa perbuatan ria dan sombong adalah salah satu dosa dihadapan Alloh swt.

 

Islam Melarang dan Mencela Sikap Sombong Allah Ta’ala berfirman, 
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman:18)

Allah Ta’ala berfirman,  “Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang menyombongkan diri.” (QS. An Nahl: 23)

 

Haritsah bin Wahb Al Khuzai’i berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Maukah kamu aku beritahu tentang penduduk neraka? Mereka semua adalah orang-orang keras lagi kasar, tamak lagi rakus, dan takabbur(sombong).“ (HR. Bukhari no. 4918 dan Muslim no. 2853).

 

KESIMPULAN :

 

Hokum selfie adalah MUBAH asal bisa menghindari perkara – perkara yang haram seperti

  1. tabaruj (menunjukkan perhiasan) seperti memperlihatkan kecantikan kita, baju mewah kita, dll
  2. Tidak memunculkan fitnah kepada yang melihat, seperti terpukau dengan kecantikan atau ketampanan kita ataupun cemburu dengan foto kita yang sedang diluar negeri, dll
  3. Tidak terjebak riya’ seperti berpose saat ibadah (haji), dll
  4. Tidak berlebihan .

Sosial media adalah sarana kita untuk menumpuk pahala ataupun dosa disisi kita, karena apapun yang kita publish & upload akan dilihat oleh jutaan orang dan saat kita meninggalpun akan tetap ada sampai dunia internet tidak ada lagi bayangkan bila wajah tabaruj kita terus ada didunia maya, naudzubillah. Maka seorang muslim selayaknya berhati-hati terhadap segala yang mereka publish & upload, coba seandainya yang kita publish & upload adalah nasihat atau dakwah-dakwah islami lalu dilihat jutaan orang hingga dunia internet tidak ada lagi (dengan berusaha meluruskan niat mencari ridho Allah), maka insya Allah itu akan jadi amal jariyah ilmu yang bermanfaat buat kita.

Wallohu alam bishowabh.

Murawhy Madholin

 

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

%d blogger menyukai ini: