Assalamu ‘alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh…                                                                            

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالمَينَ وَالعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ وَلاَ عُدْوَانَ إِلاَّ عَلَى الظَّالِمينَ.أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ هُوَ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, المَلِكُ الحقُّ المبينُ. وأَشْهَدُأَنَّمُحَمَّدًاعبدُهُورَسولُهُ,خَاتَمُ الأنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِينَ, وَعَلىَآلِهِوَصَحْبِهِأَجْمَعِيْنَ.أَمَّا بَعْدُ:

Sebagai seorang Muslim, tentu kita sering berinteraksi dengan masjid. Karena masjid merupakan tempat dilaksanakannya berbagai macam ibadah umat Islam. Di samping ibadah sholat, banyak ibadah lainnya yang dilaksanakan di masjid. Seperti berdzikir, berdoa, membaca al-Qur`an, mempelajari al-Qur`an, kajian Islam, dan lain sebagainya. Hal ini menunjukkan bahwa masjid memiliki posisi yang strategis dan penting dalam kehidupan seorang Muslim. Oleh karena itu, setiap kita harus memperhatikan adab-adab masjid yang telah diajarkan oleh Rosululloh Sholloulohu ‘alaihi wa sallam, mulai dari persiapan di rumah kita hingga berada di dalam masjid, apalagi jika maksud kita adalah untuk melaksanakan sholat berjamaah.

Di Rumah

Ketika kita berada di rumah sedang bersiap-siap menuju masjid, maka ada adab-adab yang perlu ditunaikan, di antaranya adalah sebagai berikut:

Yang pertama adalah Mengikhlaskan Niat kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.

Berjalan menuju masjid merupakan di antara ragam ibadah kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Karena biasanya, kita melangkahkan kaki kita menuju masjid, bertujuan untuk melakukan ibadah kepada-Nya, seperti sholat lima waktu dan membaca al-Qur`an. Oleh karena itu, untuk meraih pahala dan ibadah ini diterima di sisi Alloh Subhanahu Wa Ta’ala, maka dibutuhkan niat yang ikhlas hanya karena Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.

Berkaitan dengan hal ini, Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ (5)

Rosululloh Sholloulohu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, sebagaimana dalam riwayat Imam al-Bukhori dan Muslim Rohimahumalloh:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya dan sesungguhnya seseorang mendapatkan balasan sesuai dengan niatnya.”

Yang kedua adalah Menjaga Kesucian Badan dan Mengenakan Pakaian Indah.

Masjid adalah rumah Alloh Subhanahu Wa Ta’ala yang digunakan oleh seorang muslim untuk melakukan ibadah kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Sebagaimana kita begitu berpakaian rapih nan indah ketika kita akan bertemu dengan orang terhormat, maka ketika kita hendak bertemu Alloh Subhanahu Wa Ta’ala tentu jauh lebih utama bagi kita untuk menghadap kepada-Nya dengan mengenakan pakaian yang indah. Bahkan, hal ini merupakan perintah Alloh Subhanahu Wa Ta’ala kepada hamba-Nya yang akan memasuki masjid:

Hal ini, sebagaimana firman Alloh Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat al-A’rof ayat tiga puluh satu, A’udzu billahi minasy syaithonir rojim:

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ (31)

“Wahai anak Adam gunakanlah pakaian kalian yang indah setiap memasuki masjid. Makan dan minumlah serta janganlah kalian melampaui batas. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”

Yang ketiga adalah Mengenakan Pakaian yang Menutup Aurat dan tidak Menyerupai Orang Kafir.

Dewasa ini, tak sedikit di antara kaum muslimin yang terjebak oleh gaya hidup berlebihan dan cenderung kebarat-baratan. Imbasnya, banyak di antara mereka tidak mengindahkan pakaiannya ketika melaksanakan sholat. Pakaian yang digunakan seringkali pakaian yang tidak menutup auratnya secara sempurna. Kondisi ini bisa kita jumpai di musholla atau masjid yang ada di pasar-pasar, terminal, mal dan tempat-tempat keramaian lainnya. Padahal, di samping sebagai adab, menutup aurat juga sebagai syarat sahnya sholat.

Fenomena lainnya adalah pakaian yang dikenakan dalam sholat seringkali menjurus kepada tasyabbuh, yaitu menyerupai orang kafir. Padahal tasyabbuh dilarang dalam Islam, sebagaimana Sabda Rosululloh dalam riwayat Abu Dawud:

مَنْتَشَبَّهَبِقَوْمٍفَهُوَمِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongannya.”

Oleh karena itu, sudah seharusnya bagi kita senantiasa mengingatkan diri kita dan saudara kita untuk mengenakan pakaian yang menutup aurat dan tidak menyerupai orang kafir, terutama ketika kita melaksanakan sholat.

Yang ketiga adalah Menghindari Makanan yang tidak Sedap Baunya.

Adab penting lainnya yang harus diperhatikan sebelum kita pergi ke masjid adalah tidak memakan makanan yang tidak sedap baunya. Terlebih lagi, merokok sebelum berangkat ke masjid, maka hal ini tentu jauh lebih harus kita hindari. Mengenai hal ini, Rosululloh Sholloulohu ‘alaihi wa sallam pernah mengingatkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim Rohimahulloh:

مَنْأَكَلَالْبَصَلَوَالثُّومَوَالْكُرَّاثَ – فَلاَيَقْرَبَنَّمَسْجِدَنَافَإِنَّالْمَلاَئِكَةَتَتَأَذَّىمِمَّايَتَأَذَّىمِنْهُبَنُوآدَمَ

“Barangsiapa yang memakan bawag merah dan putih serta bawang bakung maka janganlah ia mendekati masjid kami, karena sesungguhnya para malaikat terganggu dengan bau tersebut sebagaimana manusia juga terganggu.”

Sebaliknya, kita dianjurkan untuk memakai wangi-wangian, khususnya kaum laki-laki. Adapun kaum perempuan, maka tidak dibolehkan menegenakan wewangian ketika keluar rumah.

Dengan demikian, ketika kita berangkat dari rumah menuju masjid, maka kondisi kita benar-benar rapih, bersih, dan wangi, sehingga siap menghadap Alloh Subhanahu Wa Ta’ala yang Maha Indah.

Di Jalan Menuju Masjid

Ketika kita sedang berada di jalan menuju masjid, maka ada juga adab-adab yang perlu ditunaikan, di antaranya adalah sebagai berikut:

Pertama adalah Berdoa Ketika Keluar Rumah.

Disunnahkan bagi kita untuk membaca doa keluar rumah baik untuk keperluan sholat maupun lainnya. Adapun doanya adalah sebagai berikut:

بِسْمِاللَّهِتَوَكَّلْتُعَلَىاللَّهِلاَحَوْلَوَلاَقُوَّةَإِلاَّبِاللَّهِ

Doa ini merupakan Hadis sohih yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi Rohimahulloh.

Yang kedua Berjalan Menuju Masjid dengan Tenang dan Penuh Wibawa.

Maksudnya berjalan dengan tenang dan tidak usah tergesa-gesa. Berkaitan dengan hal ini, Rosululloh Sholloulohu ‘alaihi wa sallam bersabda, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim Rohimahulloh:

إِذَاأَتَيْتُمْإِلَىالصَّلاَةِفَعَلَيْكُمْبِاالسَّكِيْنَةِفَمَاأَدْرَكْتُمْفَصَلُّوْاوَمَافَاتَكُمْفَأَتِمُّوْا

“Apabila kalian mendatangi shalat maka hendaklah berjalan dengan tenang, dan rakaat yang kalian dapatkan shalatlah dan rakaat yang terlewat sempurnakanlah.”

Yang ketiga adalah Datang ke Masjid Lebih Awal.

Pergi ke masjid merupakan kebaikan, dan secara umum kita dianjurkan untuk bersegera untuk menuju kebaikan tersebut. Termasuk dalam hal ini adalah pergi ke masjid, maka hendaknya kita bersegera untuk pergi ke masjid lebih awal, supaya mendapatkan keutamaan sof pertama. Berkaitan dengan hal ini, Rosululloh Sholloulohu ‘alaihi wa sallam bersabda sebagaimana riwayat Muslim Rohimahulloh:

لَوْيَعْلَمُونَمَافِىالتَّهْجِيرِلاَسْتَبَقُواإِلَيْهِ

“Andaikan mereka mengetahui keutamaan at-tahjir, yaitu datang ke masjid lebih awal niscaya mereka saling berlomba-lomba untuk melakukannya.”

  1. Di Masjid

Ketika kita sampai di masjid dan berada di dalamnya, maka ada juga adab-adab yang perlu ditunaikan, di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Masuk ke Masjid dengan Kaki Kanan dan Membaca Doa.

Ketika seseorang sampai ke masjid, maka hendaknya ia masuk dengan kaki kanan dengan membaca doa sebagai berikut:

رَبِّاغْفِرْلِيذُنُوبِي،وَافْتَحْلِيأَبْوَابَرَحْمَتِكَ (رواهالترمذي)

Ketika keluar masjid, hendaknya ia mendahulukan kaki kiri seraya membaca doa berikut:

رَبِّاغْفِرْلِيذُنُوبِي،وَافْتَحْلِيأَبْوَابَفَضْلِكَ (رواهالترمذي)

  1. Semangat untuk Mengejar Shof Pertama.

Rosululloh ` bersabda:

“Sebaik-baik shof laki-laki adalah shof pertama, dan seburuk-buruk shof laki-laki adalah yang terakhir.” (HR. Muslim)

  1. Melaksanakan Sholat Tahiyatul Masjid

إِذَادَخَلَأَحَدُكُمْالْمَسْجِدَفَلْيَرْكَعْرَكْعَتَيْنِقَبْلَأَنْيَجْلِس

“Jika seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia shalat dua rakaat sebelum dia duduk.” (HR. Bukhori)

  1. Adab Wanita ke Masjid

Tidak terlarang bagi seorang wanita untuk pergi ke masjid, akan tetapi rumah-rumah mereka lebih baik. Jika seorang wanita hendak pergi ke masjid, ada beberapa adab khusus yang perlu diperhatikan:

  1. Meminta izin kepada suami atau mahramnya.
  2. Tidak menimbulkan fitnah.
  3. Menutup aurat secara lengkap.
  4. Tidak berhias dan memakai parfum.

Perhatikanlah sabda Rosululloh ` berikut:

“Setiap mata berzina dan seorang wanita jika memakai minyak wangi, lalu lewat di sebuah perkumpulan, maka dia adalah wanita yang begini, begini, yaitu seorang wanita pezina.” (HR. Tirmidzi)

Demikianlah beberapa adab masjid yang harus diperhatikan, dan masih banyak adab-adab lainnya. Semoga kita semua diberi taufik oleh Alloh untuk menunaikan adab-adab masjid tersebut dan terus membimbing kita untuk istiqamah di jalan-Nya. Amin. Wallohu a’lam.

 

Demikianlah pembahasan tentang adab dan doa masuk keluar rumah.Semoga Alloh Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa membimbing kita untuk mengamalkan doa dan adab tersebut.Amin.WallohuA’lam.

Lanjut ke http://fajribandung.com/adab-dan-doa-masuk-keluar-masjid-2-detail/

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

%d blogger menyukai ini: