Kota Bandung memutuskan untuk melanjutkan penanganan Covid-19 ke fase adaptasi kebiasaan baru atau AKB. Kebijakan itu diambil setelah status penanganan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB proporsional di Kota Bandung berakhir oleh Gugus Tugas Covid-19.

Ketua Umum Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung, Oded M Danial menyatakan, meski bergeser menjadi AKB, bukan berarti aktivitas kembali normal. Sebab, masih terdapat pembatasan dan relaksasi secara bertahap.

Sehingga, oded mengimbau kepada warga Kota Bandung tetap harus waspada dan mengikuti disiplin protokol kesehatan.

Pelaksanaan AKB di Bandung berlaku selama dua pekan, dimulai 27 Juni hingga 10 Juli 2020. Pelaksanaan AKB juga akan dievaluasi. Pada masa AKB, operasional perniagaan di Bandung yang semula hanya sampai pukul 20 Waktu Indonesia barat, kini diperpanjang menjadi pukul 21. Kemudian kapasitas pengunjung di mal, toko mandiri, cafe ataupun restoran bertambah menjadi 50 persen.  Peningkatan kapasitas juga diberikan bagi ruang ibadah menjadi 50 persen. Kemudian kapasitas pembukaan ruang-ruang aktivitas masyarakat bisa di 50 persen.

Namun demikian, Oded mengatakan ada beberapa sektor yang tidak diizinkan dulu yaitu sektor pendidikan, car free day, tempat hiburan, tempat olahraga dan bioskop. Meski sejumlah ruang beraktivitas sudah mulai direlaksasi, Oded memastikan taman masih belum dibuka.

Pada masa AKB juga akan diberikan relaksasi menggelar resepsi pernikahan dengan sejumlah pembatasan. Bagi warga yang ingin melangsungkan pernikahan di rumah juga tetap harus menempuh prosedur berkoordinasi bersama aparat kewilayahan dan Kantor Urusan Agama.

Oded menambahkan, sejumlah prosedur ini bukan bermaksud untuk menghambat penyelenggaraan proses pernikahan. Hanya saja, dia tak ingin jika momentum bahagia pasangan pengantin sampai berujung duka lantaran malah menjadi klaster penyebaran Covid-19. (liputan6.com/admin) (pikiran-rakyat.com/admin) (news.detik.com/admin)

%d blogger menyukai ini: