السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إن الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى أله وصحبه ومن والاه أما بعد

 

Alhamdulillah pada kesempatan kali ini, kita berjumpa kembali dalam rangka meningkatkan keilmuan kita pada syariat Islam ini.

Para rubrik ini, kita akan membahas tentang “seseorang” Semoga melalui pembahasan ini, Alloh subhanahu wata’ala menambahkan hidayah-Nya kepada kita semua.

Salah seorang saudara kita bekata:

Ini adalah percobaanku dalam meninggalkan rokok yang telah Alloh tunjukkan kepadaku. Bagi-Nyalah segala pujian atas limpahan karunia-Nya kepadaku.

Perjalananku yang menyedihkan bersama rokok dimulai semenjak 20 tahun lalu saat saya menjadi pelajar tingkat menengah dan pada hari-hari ujian. Saya berkumpul bersama dengan beberapa orang teman di loteng rumah kami dalam rangka mengulang pelajaran. Salah seorang kawan diantara yang sedang diuji dengan rokok turut bergabung bersama kami. Hingga dia bisa merokok tanpa kami tegur dan tidak pula mencelanya bahkan kemudian berusaha mengajak kami untuk turut merokok bersamanya. Dia katakan: “Sesungguhnya merokok itu bisa membantu konsentrasi dan kefahaman”. Dia mencobanya dan meminta kami untuk melakukan uji coba tersebut. Jika ternyata tidak terwujud hasilnya, maka kita tinggalkan rokok.

 

Akhirnya kamipun melakukan ujin coba tersebut. Saya bersama teman-teman lalu menyalakan rokok untuk kali pertama. Lalu saya merasakan bahwa kepala ini terasa lebih berat dari badan. Benda-benda yang ada di sekelilingku berputar. Mulailah stagnasi merayapi tubuhku. Saya berkata kepada kawanku yang jahat itu: “Apa yang sedang saya rasakan ini?” Dia berkata kepadaku: “Ini rokok pertama, apa yang kamu alami tersebut adalah hal yang biasa, hisaplah untuk yang kedua kali maka stagnasi dan pusing-pusing itu akan hilang darimu”. Maka saya lakukan hisapan kedua, ketiga dan keempat. Saya pergi yang pertama kali ke warung untuk membeli bungkusan pertama rokok dari merk paling jelek dan paling banyak bahayanya, karena ia berharga murah.

 

Sebelum Alloh yang memiliki karunia menunjukiku dalam meninggalkan rokok, saya berubah menjadi ‘tabung asap bergerak’. Saya menghisap rokok dengan penuh tamak hingga saya merokok sehari mencapai empat bungkus, yakni delapan puluh batang. Hingga api terus menyala di mulutku sejak bangun tidur pagi hari hingga tidur kembali. Bahkan kadang-kadang saya bangun dari tidur hanya untuk menyalakan rokok kemudian kembali tidur.

Adapun ruangan dimana saya duduk sama saja, apakah di tempat kerja, rumah atau di tempat kawan-kawan, ia selalu dipenuhi asap tebal ketika saya berada di situ dengan diliputi perasaan stagnasi (lemah), malas, dahak hitam, terus batuk-batuk yang sulit diobati….kedua bibir hitam, mata merah, muka masam. Tempat dimana saya terbisa merokok di tempat tersebut, akan segera saya tinggalkan. Dan saya tergesa-tergesa dalam menunaikan sholat supaya bisa kembali merokok.

Pada bulan ramadhan kadang-kadang berbuka dengan tembakau sebelum kurma. Langkah-langkah berat ketika berjalan dan ludah kering….banyak minum teh dan air secara berlebihan. Kondisi mengenaskan dimana tidak menyenangkan musuh maupun kawan. Di hadapanku telah tertutup semua jalan untuk meninggalkan rokok setelah upaya berkali-kali yang gagal, hingga sampailah saya pada sikap menerima untuk tidak berupaya meninggalkannya sekali lagi. Keputusasaan telah begitu memuncak hinggap pada diriku sampai-sampai saya berkhayal kalau saya akan mati sedang di mulutku terdapat rokok.

 

Suatu hari saya mengingat firman Alloh subhaanahu wa ta’aalaa yang menerangkan bahwa Dia Maha Menerima Taubat kepada hamba-hamba-Nya yang berdosa. Alloh Subhanahu wata’ala berfirman dalam surat az-Zumar ayat lima puluh tiga:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah: Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Alloh. Sesungguhnya Alloh mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Dalam surat al-Kahfi ayat tujuh belas pun Alloh subhaanahu wa ta’aalaa berfirman:

مَن يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِي وَمَن يُضْلِلْ فَلَن تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُّرْشِدًا

“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Alloh, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya”

 

Pada suatu malam yang penuh berkah di sepuluh akhir bulan Romadhon tahun seribu empat ratus dua belas Hijriyah saya beserta saudara saya -yang juga merokok – ikut sholat malam di salah satu masjid wilayah Nashiriyah Riyadh. Usai salam kedua biasanya orang-orang beristirahat sejenak untuk minum air putih, kopi atau teh sebelum melanjutkan sholatnya. Nafsuku menggoda agar saya keluar masjid untuk merokok. Kemudian kembali untuk melanjutkan sholat.

Saya beritahukan kepada saudaraku tentang godaan nafsu jahatku. Tidak ada jawaban darinya kecuali hanya dia katakan kepadaku: “Apa pendapatmu jika sebagai ganti pergi sekedar untuk merokok agar kita manfaatkan untuk berdoa kepada Alloh, kiranya Dia dapat menolong kita dalam meninggalakan rokok. Supaya kita meninggalkannya semata karena Alloh, takut akan azab-Nya sekaligus berharap rahmat-Nya. Dan supaya kita bersungguh-sungguh dalam berdoa hingga usai sholat dengan memohon kepada Alloh untuk tidak menolak (doa) kita dalam keadaan merugi pada malam ini dan kiranya Dia memuliakan kita dengan hidayah”. Kata-kata saudaraku tersebut mengena dalam diriku, bertepatan dengan tempat yang baik dan mendapatkan telinga yang mau mendengar.

 

Kamipun lantas kembali melanjutkan sholat. Setelah usai sholat saya dan saudara saya mengeluarkan sisa rokok yang masih ada di saku kami dan kami hancurkan di depan masjid. Kemudian kami berjanji pada malam penuh berkah itu untuk tidak lagi menghisap rokok dan setiap kami untuk saling menolong yang lain dalam meninggalkan rokok, terutama setiap kali melemah dan nafsu menggodanya untuk kembali lagi.

Segala puji bagi Alloh saat-saat menghangatkan dalam kehidupan kami setelahnya kami tidak akan kembali lagi merokok berkat pujian dan taufiq Alloh. Keluarga dan kawan karib bergembira dengan apa yang kami perbuat… Segala puji bagi Alloh yang dengan karunia-Nya sempurnalah semua kebaikan.

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

%d blogger menyukai ini: