Eramuslim.com – Tragedi berdesak-desakan antara jemaah haji kala ingin melontar Jumrah di Mina, Arab Saudi, Kamis (24/9) disinyalir disebabkan oleh 300 jemaah haji asal Iran yang melanggar aturan.

Diberitakan media Saudi, Arab News, mengutip laporan media Ashraq Al-Awsat, seorang petugas Pelaksaan Tawaf untuk Jemaah Iran mengkonfirmasi bahwa insiden itu terjadi karena sekitar 300 jemaah haji asal Iran datang dari arah yang berlawanan, menyebabkan kekacauan sehingga para jemaah berdesakan dan terinjak-injak.

“Pelanggaran dimulai ketika 300 jemaah Iran mulai bergerak dari Muzdalifa langsung ke Jamarat dan bukan kembali dulu ke tenda mereka dan menunggu saatnya bagi mereka untuk melontar jumrah,” kata pejabat Iran yang tak disebutkan namanya.

“Lalu mereka berjalan dari arah yang berlawan dari Jalan 203, ketika insiden tersebut dimulai,” ujar pejabat itu.

Menurut laporan media Saudi lainnya, Saudi Gazette, kelompok jemaah Iran tersebut sudah diperintahkan untuk kembali ke tenda mereka ketika kembali dari Muzdalifah, sehingga tidak perlu membawa barang bawaan mereka ke Jamarat.

Kelompok jemaah haji Iran tersebut juga telah diimbau untuk beristirahat di tenda mereka dan menunggu waktu bagi kelompok mereka untuk melempar jumrah.

Alhasil, kelompok jemaah Iran itu pun berhimpitan dengan jemaah dari Turki yang ingin melontar jumrah dari arah yang berlawanan. Berdesakan pun tak terhindarkan, menyebabkan para jemaah berusaha keluar dari kekacauan itu melalui pintu keluar yang lebarnya tak lebih dari 20 meter.

Menurut Arab News, terdapat kamera CCTV yang merekam dengan jelas pergerakan 300 jemaah haji yang melanggar aturan tersebut.

Peraturan dalam prosesi ibadah haji telah ditetapkan oleh Kementerian Dalam Negeri Saudi dan diterapkan dengan bantuan instansi pemerintah terkait. Melanggar peraturan tersebut dapat menyebabkan insiden yang tidak diharapkan, seperti tragedi Mina pekan lalu.

Sebelumnya, Iran merupakan salah satu negara yang vokal mendesak Saudi untuk melakukan investigasi atas tragedi tersebut. Presiden Iran Hassan Rouhani bahkan menggunakan kesempatan berpidato di Sidang Umum PBB pada Sabtu (26/9) untuk menekan Saudi.

Tragedi di Mina menewaskan 769 jemaah haji, sebanyak 19 orang di antaranya berasal dari Indonesia. Sebanyak enam WNI masih dirawat akibat menderita luka dalam insiden tersebut.

Data terbaru dari Kementerian Agama pada Minggu (27/9) menunjukkan sebanyak 99 jemaah haji Indonesia masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian paska insiden tersebut.

Para jemaah haji tersebut dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian karena belum kembali ke maktab atau pemondokan pasca tragedi itu.

Kementerian Agama RI memutuskan untuk membentuk tim khusus di sana. Tujuan tim tersebut adalah menyisir berbagai lokasi untuk bisa menemukan jemaah haji asal Indonesia.

Tragedi di Mina terjadi hanya sekitar dua pekan setelah salah satu crane terbesar di dunia menghantam Masjidil Haram. Cuaca buruk, dengan badai dan hujan deras dinilai menjadi penyebab insiden yang menewaskan 111 jemaah haji, termasuk jemaah haji asal Indonesia, dan melukai 331 lainnya.

Pasca sejumlah insiden mematikan saat penyelenggaraan haji tahun ini, Raja Arab Saudi, Salman, telah memerintahkan peninjauan kembali keseluruhan prosedur pelaksanaan ibadah haji.(rd)

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

%d blogger menyukai ini: