Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh…  

Innal hamdalillah washolatu wassalamu ala rosulillah, amma ba’du…

alhamdulillah pada kesempatan kali ini, kita berjumpa kembali dalam rangka meningkatkan keilmuan kita terhadap agama Alloh .

Pada rubrik ini, kita akan membahas tentang hakikat Ahlus Sunah Wal Jama’ah. Semoga melalui pembahasan ini, kita akan semakin memahaminya.

Istilah Ahlus Sunnah wal Jama’ah sudah sering kita dengar. Banyak orang atau kelompok yang mengklaim berada di atas pemahaman Ahlus Sunnah. Terkadang timbul konflik akibat klaim tersebut. Setiap mereka merasa dirinya di atas kebenaran, sedangkan kelompok lain adalah menyimpang. Namun, yang lebih penting untuk kita kaji sekarang adalah, Siapakah sejatinya Ahlus Sunnah wal Jama’ah itu?

Mengetahui siapa Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah perkara yang sangat penting dan merupakan bekal bagi setiap muslim yang menghendaki kebenaran. Rosululloh telah menyampaikan bahwa umat ini akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan dan yang benar hanya satu yaitu Ahlus Sunah Wal Jama’ah.

Rosululloh bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan dihasankan oleh Syekh al-Albani :

أَلاَ إِنَّ مَنْ قَبْلَكُمْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ اِفْتَرَقُوْا عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةً. وَإِنَّ هَذِهِ الْمِلَّةَ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ. ثِنْتَانِ وَسَبْعُوْنَ فِي النَّارِ، وَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ. وَهِيَ الْجَمَاعَةُ.

“Ketahuilah sesungguhnya orang-orang sebelum kalian dari kalangan Ahli Kitab terpecah menjadi tujuh puluh dua golongan keagamaan. Sesungguhnya umat ini akan terpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan keagamaan. Tujuh puluh dua akan masuk Neraka,sedangkan yang satu golongan akan masuk surga, yaitu “al-Jama’ah.”

Nabi juga bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi yang dihasankan oleh Syekh al-Albani yaitu:

وَإِنَّ بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ تَفَرَّقَتْ عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةً وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِيْ عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةً كُلُّهُمْ فِي النَّارِ إِلاَّ مِلَّةً وَاحِدَةً، قَالُوْا: وَمَنْ هِيَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِيْ.

“Sesungguhnya bani Israil berpecah menjadi tujuh puluh dua millah, semuanya di Neraka kecuali satu kelompok keagamaan saja dan umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga kelompok keagamaan, yang semuanya di Neraka kecuali satu kelompok keagamaan.’Para sahabat bertanya, ‘Siapa mereka wahai Rosululloh?’ Beliau menjawab, ‘Mereka yang mengikuti jejakku dan para sahabatku.”

Berdasarkan dua hadits yang telah disebutkan, maka yang dimaksud dengan Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah mereka yang mengikuti jejak Rosululloh dan para sahabatnya dalam memahami dan mengamalkan Islam.

Ahlus Sunah wal Jama’ah juga berpegang teguh pada manhaj yang telah ditempuh oleh para imam dari tiga generasi terbaik umat ini. Yaitu generasi sahabat, tabi’in, dan tabiut tabi’in. Sehingga siapapun yang mengikuti jejak mereka dalam memahami dan mengamalkan islam, maka mereka adalah Ahlus Sunah Wal Jama’ah.

Dari penjelasan tersebut, dapat diketahui bahwa Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah manhaj umat Islam secara umum, bukanlah milik suatu organisasi tertentu saja.Jadi, pemahaman bahwa NU adalah Ahlus Sunnah sedangkan Muhammadiyah, Persis, atau lainnya bukanlah Ahlus Sunnah adalah pemahaman yang salah lagi keliru. Karena setiap organisasi harus diukur berdasarkan manhajnya, apakah manhajnya Ahlus Sunah atau bukan? Demikian juga personal-personalnya, masing-masing diukur berdasarkan manhaj keagamaannya.

Ketika Ahlus Sunah adalah orang-orang yang mengikuti kepada Sunah Rosulullohdan mengikuti para sahabatnya , maka mereka juga disebut Ahlul Hadis, Ahlul Atsar, dan Ahlul Ittiba’. Mereka juga disebut ath-Thoifatul Manshuroh yaitu golongan yang mendapatkan pertolongan Alloh, al-Firqotun Najiyah yaitu golongan yang selamat, dan al-Ghuroba yaitu generasi terasing di akhir zaman karena tetap berpegang teguh terhadap islam yang murni ditengah-tengah kemaksiatan yang merebak.

Tentangath-Thoifatul Manshuroh, Rosulullohbersabda dalam riwayat Imam Muslim, yaitu:

لاَتَزَالُطَائِفَةٌمِنْأُمَّتِىيُقَاتِلُونَعَلَىالْحَقِّظَاهِرِينَإِلَىيَوْمِالْقِيَامَةِ

“Senantiasa ada golongan dari umatku yang berperang di atas kebenaran, mereka senantiasa eksis hingga hari kiamat.”

Berkaitan dengan penamaan al-Ghuroba, Rosulullohbersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim , yaitu:

بَدَأَ اْلإِسْلاَمُ غَرِيْباً، وَسَيَعُوْدُ كَمَا بَدَأَ غَرِيْباً، فَطُوْبَى لِلْغُرَبَاءِ

“Islam datang dalam keadaan terasing, dankelakakankembaliterasingsebagaimanaawalnya, makaberuntunglahbagiorang-orang yang terasing.”

Adapun makna al-Ghuroba, adalah sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad  dari Abdulloh bin Amr bin al-Ash bahwa Rosululloh bersabda:

أُنَاسٌ صَالِحُوْنَ فِيْ أُنَاسِ سُوْءٍ كَثِيْرٍ مَنْ يَعْصِيْهِمْ أَكْثَرُ مِمَّنْ يُطِيْعُهُمْ.

“Mereka adalah orang-orang yang sholih yang hidup di tengah masyarakat yang didominasi oleh orang-orang yang buruk.Orang yang menentang orang-orang sholih lebih banyak daripada yang menaatinya.”

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Thobroni , Rosululloh juga bersabda tentang makna al-Ghuroba:

اَلَّذِيْنَ يُصْلِحُوْنَ عِنْدَ فَسَادِ النَّاسِ.

“Yaitu, orang-orang yang senantiasa memperbaiki umat di tengah-tengah kerusakan manusia.”

Penamaan istilah Ahlus Sunnah ini sudah ada sejak generasi pertama Islam pada kurun yang dimuliakan Alloh, yaitu generasi sahabat, tabi’in, dan tabiut tabi’in. Dalil yang mengatakan hal ini, sebagaimana firman Alloh dalam surat Ali Imron ayat 106, yaitu:

“Pada hari kiamat, wajah-wajah manusia ada yang putih dan berseri-seri, dan ada pula yang bermuram durja. Adapun mereka yang wajahnya bermuram durja, para malaikat berkata kepada mereka, “Bukankah kalian dahulu di dunia kafir setelah kalian beriman? Karena itu, sekarang rasakanlah siksa api neraka akibat kekafiran kalian.”

Berkaitan dengan ayat tersebut, Abdulloh bin Abbas berkata, “Adapun orang yang wajahnya putih berseri mereka adalah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, sedangkan orang yang bermuram durja wajahnya, mereka adalah Ahlul Bid’ah dan sesat.”

Istilah Ahlus Sunnah ini,kemudian diikuti oleh seluruh ulama Salaf, di antaranya:
Pertama,Imam Ayyub as-Sikhtiyani berkata, “Apabila aku dikabarkan tentang meninggalnya seorang dari Ahlus Sunnah seolah-olah hilang salah satu anggota tubuhku.”

Kedua, Imam Sufyan ats-Tsaury berkata, “Aku wasiatkan kalian untuk tetap berpegang teguh kepada Ahlus Sunnah dengan baik, karena mereka adalah al-Ghuroba. Alangkah sedikitnya Ahlus Sunnah wal Jama’ah.”

Ketiga, Fudhoil bin ‘Iyadh berkata, “Para Imam Ahlus Sunnahmengatakan bahwa Iman itu keyakinan, perkataan, dan perbuatan.”

Keempat, Imam Ahmad bin Hambal berkata dalam muqaddimah kitabnya, As-Sunnah: “Inilah mazhab Ahlul ‘Ilmi, Ashabul Atsar, dan Ahlus Sunah.Mereka dikenal sebagai pengikut sunah Rosul dan para sahabatnya,semenjak zaman para sahabat hingga pada masa sekarang ini…”

Kelima,Imam Ibnu Jarir ath-Thobari berkata, “Adapun yang benar dari perkataan tentang keyakinan bahwa kaum Mukminin akan melihat Alloh pada hari Kiamat, maka itu merupakan agama yang kami anut, dan kami mengetahui bahwa Ahlus Sunnah wal Jama’ah berpendapat bahwa penghuni surga akan melihat Alloh sesuai dengan berita yang shohih dari Rosululloh .”

Keenam, Imam Abu Ja’far Ahmad bin Muhammad ath-Thohawi berkata dalam muqaddimah kitab AqidahThohawiyah, “Ini adalah penjelasan tentang aqidah Ahlus Sunah wal Jama’ah.”

Ketujuh, Imam HasanBasriberkata, “WahaiAhlussunnah, berlemah-lembutlahdengansesamakarena kalian paling sedikitjumlahnya!

Kedelapan,Imam Muhammad bin Sirin berkata, “Sebelum terjadi fitnah, masalah sanad tidak pernah dipertanyakan. Setelah terjadi fitnah, mulailah dipertanyakan. Jika sanad haditsnya dari Ahlussunnah, maka diambil riwayatnya. Namun jika sanadnya dari ahlul bid’ah, maka ditolak riwayatnya.”

Kesembilan, Imam Abu Hatim dan Imam Abu Zur’ah berkata, “Kami mengikuti Sunah dan Jamaah.

Dari riwayat-riwayat tersebut, maka jelaslah bagi kita bahwa istilah Ahlus Sunnah sudah dikenal di kalangan Salaf yaitu generasi awal umat ini dan para ulama sesudahnya. Istilah Ahlus Sunnah merupakan istilah yang mutlak sebagai lawan kata AhlulBid’ah.

Para ulama Ahlus Sunnah menulis penjelasan tentang aqidah Ahlus Sunnah agar umat paham tentang aqidah yang benar dan untuk membedakan antara mereka dengan Ahlul Bid’ah. Sebagaimana telah dilakukan oleh Imam Ahmad bin Hambal, Imam al-Barbahari, dan Imam ath-Thohawi serta yang lainnya.

Demikianlah pengertian Ahlussunnah dan penggunaan istilah nama Ahlussunnah. Insya Alloh pembahasan tentang Ahlussunnah akan dilanjutkan di edisi yang akan datang dengan pembahasan yang menarik lainnya. Amin, Wallohu Ta’ala a’lam…

Ust. Arifin, S.H.I.

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

%d blogger menyukai ini: