Klik link http://fajribandung.com/buya-yahya-orang-paling-pintar-dunia-akhirat-itu-berjenggot/

pembaca yang dirahmati Allah, menjadi suatu hal yang miris di zaman sekarang. Dimana umat ini sudah mulai menjadikan syariat sebagai candaan dan senda gurau bahkan hingga di level menghina syariat. Padahal bila kita membaca azbabun nuzul surat at taubah ayat 64 sd 66 disebutkan

(64). يَحْذَرُ الْمُنَافِقُونَ أَنْ تُنَزَّلَ عَلَيْهِمْ سُورَةٌ تُنَبِّئُهُمْ بِمَا فِي قُلُوبِهِمْ ۚقُلِ اسْتَهْزِئُوا إِنَّ اللَّهَ مُخْرِجٌ مَا تَحْذَرُونَ
Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: “Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan Rasul-Nya)”. Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu.

(65). وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚقُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ
Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”

(66). لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ ۚإِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ
Tidak usah kamu minta ma`af, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami mema`afkan segolongan daripada kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.

Sebab turunnya ayat tersebut adalah ada beberapa umat islam yang menjadikan ayat quran sebagai senda gurau, padahal mereka tidak serius . dalam hati mereka masih beriman, masih pengikut Rasululah yang setia. Tapi Allah melalui ayat at taubah 65 langsung menegaskan mereka sudah murtad, dan kalimat di at taubah ayat 66 tertulis

Jika Kami mema`afkan segolongan daripada kamu (lantaran mereka taubat) Allah menggunakan kata jika seolah kita harus tobat dengan sungguh-sungguh untuk diterima taubat kita.

Nah kalau senda gurau dan tidak serius saja ancamannnya seperti itu, bagaimana yang secara terang-terangan menghina syariat, bahkan mengingkari. Bagaimana bila hal itu ternyata justru sering kita lakukan sehari-hari tanpa sadar ?. maka tepatlah sabda rasulullah melalui sebuah hadits

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bersegeralah beramal sebelum datangnya rangkaian fitnah seperti sepenggalan malam yang gelap gulita, seorang laki-laki di waktu pagi mukmin dan di waktu sore telah kafir, dan di waktu sore beriman dan paginya menjadi kafir, ia menjual agamanya dengan kesenangan dunia.” (HR. Ahmad, No. 8493)

Rasulullah tidak menyebutkan paginya baik lalu sorenya jahat. Tapi pagi beriman sorenya kafir. Seolah dosa yang kita buat adalah riddah atau pembatal keimanan dan tanpa disadari alias murtad tanpa sadar.

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang tema yang lagi heboh digembar-gemborkan yaitu islam nusantara vs islam arab, seolah orang yang berusaha menjalankan sunnah itu anti budaya nusantara, dan cenderung kearab-araban, kalau menurut pendapat saya tentang islam nusantara vs arab seperti berikut :

  1. Ya kalau islam nusantaranya pakai kemeja batik yang ngga ada motif binatangnya plus sarung diatas mata kaki sih saya setuju sekali
  2. Tapi klo islam nusantaranya pakai koteka (pakaian kas irian jaya yang hanya menutupi alat vital pria) aja terus sholat ya saya ngga setuju
  3. Kalau islam arab dengan berpakaian bersih sederhana ala arab ya saya setuju
  4. Tapi kalau islam arab dengan budaya erotis tari perut saya ngga setuju

Karena jelas budaya ya budaya, syariat agama ya syariat agama. Agama itu esensi atau intinya, budaya itu sebagai bungkusnya, dimana jelas Allah sengaja menciptakan manusia bersuku2 dan bangsa2 agar saling mengenal.

Maka semua budaya yang tidak melanggar syariat ya boleh, klo melanggar syariat ya ngga boleh. Dan hal yang perlu digaris bawahi, di masa jahiliyah dulu, orang kafir quraisy dan suku2 arab sering berselisih dengan syariat islam karena bertentangan dengan budaya jahiliyah mereka.

 

Jd akhirnya bila mereka (orang arab) ingin berislam secara kaffah bahkan orang arabpun harus meninggalkan budaya atau tradisi arabnya.

 

Kembali tentang tema kekinian, ini ada seorang tokoh yang KATANYA ulama, yang bilang maaf klo orang yang “berjenggot itu goblok, makin panjang jenggot makin goblok” astagfirullah. Dia bermain logika bahwa nutrisi otak jadi buat jenggot. Padahal imam mashab, abdul qadir jailani, hasyim asy’ari (pendiri NU), nabi isa dan yang terpenting Rasulullah itu berjenggot.

 

Serem saya dengernya, padahal perbedaan pendapat diantara ulama tentang jenggot itu antara wajib atau sunnah, jadi klo ada yang tidak berjenggot karena dia meyakini hukumnya sunnah, (dan mungkin ngga butuh pahala juga, pdhl berjenggot itu mudah), itu bukan masalah. Tapi ini berbeda bila jenggot dihina.

Dan yang paling lucunya, dia berdalih bahwa inilah islam nusantara. Jd yg jenggotan itu islam arab. Padahal berjenggot itu bukanlah milik orang arab saja, bahkan kalau kita teliti sejarah, budaya asli Indonesia justru jenggotnya lebih panjang plus sama brewok dan kumisnya. Liat saja pendekar-pendekar masa lalu.

Justru gaya2 ngga pake kumis dan jenggot pakai kemaja, lalu celana modern itu budaya barat, jangan2 yang jadi sumber rujukan model2 kolonial belanda yang menjajah Indonesia lalu dianggap nusantara. Padahal kalau ulama itu tidak mau nanggung islam nusantaranya harusnya kemana-mana pakai koteka saja, walaupun budaya irianpun banyak yg masih diperbolehkan dalam syariat. Pasti dia tidak mau, jd jelas yg dimaksud itu islam colonial bukan islam nusantara. Krn klo menurut saya yang harus dikhawatirkan itu westerisasi bukan arabisasi. walaupun budaya kolonialpun banyak yg masih diperbolehkan dalam syariat.

Lalu yg aneh kedua, era diskriminasi suku kan sudah basi, jadi kalau masih suka hina negro, batak, sunda, dll, wah rasis dan kampungan dia. tapi kenapa ini ada orang kuper yang masih rasis. Jadi mirip yahudi, mereka tahu betul klo Muhammad SAW adalah Rasul yg dinubuatkan di kitab taurat mereka. Tapi mereka tidak mau mengakuinya gara-gara Rasulullah berasal dari Arab (suku yang dibenci bani Israel).

Lalu bila kita melihat sejarah Indonesia, dulu jauh sebelum islam datang tercatat nama asli nusantara yaitu Raja kudungga . lalu setelah hindu masuk ke nusantara maka jadilah nama Raja tersebut menjadi purnawarman (nama hindu / india). Sesungguhnya jelas bahwa budaya asli nusantara sudah hilang jauh sebelum islam datang, sudah hilang digerus oleh agama hindu, budha, dll (budaya india). Jadi bila kita bersikukuh memperjuangkan budaya nusantara maka sebenarnya yang kita perjuangkan adalah budaya hindu / india. Lalu apa bedanya dengan budaya arab ?

Dari kasus islam nusantara ini, makin berkembanglah pemikiran-pemikiran nyleneh seperti

  1. ada juga yang bilang naik haji ngga harus ke kabah, itu konspirasi orang arab, jadinya mahal kayain orang arab, nending ziarah kubur aja ke wali-wali karena bisa menambah devsa (mirip syiah dengan karbalanya)
  2. Ambil quran ngga usah bahasa arabnya, jadi cukup terjemahannya saja (makin jelas tujuan terselubung konsep islam nusantara ini)
  3. Qiroah langgam nusantara, walaupun tajwidnya salah.
  4. Bahkan berkata islam itu agamanya orang arab, al quran itu hanya karya sastra orang arab

Kalau begitu harusnya mereka sekalian aja jangan pakai nama agama islam, karena islam itu bahas arab. pakai saja agama damai, atau agama selamat kan bagus dan nusantara banget, jadi kita juga tidak akan ribut, lha wong nama agamanya juga beda, jadi lakum dinukum waliyadin saja

Nah info diatas hanya orang-orang yang keblingersaja. Bagaimana dengan kita ?

Hindari lah kata2 jenggotan kayak mbe, celana tidak isbal kebanjiran, ciri teroris, Cadar itu istri teroris, karena terlepas dengan perbedaan pendapat, itu masih diranah sunnah atau wajib, maka tidak pantas dihina. Karena jelas ini ajaran rasul sehingga bila kita menghina , kita terancam murtad tanpa sadar seperti yang dijelakan di surat at taubah ayat 64 sd 66

Catatan, manfaat jenggot secara ilmiyah hasil riset University of Southern Queensland dan dipublikasikan di jurnal Radiation Protection Dosimetry :

  1. Melindungi dari Sinar Matahari
  2. Mencegah serangan asma
  3. Tetap Lembab dan Perlambat Penuaan
  4. Membantu Melawan Batuk
  5. Mencegah Kulit Kemerahan dan Infeksi
  6. Mencegah Kanker

Bukti perkataan ulama tersebut tidak hanya bertentangan dengan sunnah, tapi bertentangan juga dengan bukti ilmiyah. Walau tetap harus diingat, menganggap bahwa “al Quran itu terbukti benar bila tidak bertentangan dengan sains”, itu adalah syirik. Yang benar adalah bahwa “sains itu terbukti benar bila tidak bertentangan dengan al Quran”. Karena sepeti yang kita sama-sama tahu, sains selalu berubah, sebuah teori yang diyakini benar, terkadang akhirnya terbukti salah dan dipatahkan dengan teori baru (kebenaran sains selalu berubah-ubah sedangkan al Quran tetap)

oleh : Murawhy Madholin

Lanjut ke http://fajribandung.com/bahaya-menghina-syariat-2-dalil/

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

%d blogger menyukai ini: